Spesialis Pencuri Truk Tangki Diringkus

86
MENYESAL: 4 Kawanan pencuri mobil tangki berhasil di tangkap jajaran Polsek Cipatat Kabupaten Bandung Barat.

NGAMPRAH – Jajaran Reskim Polsek Cipatat berhasil meringkus empat pelaku spesialis pencuri truk tangki. Sementara, untuk tiga pelaku lainnya masih buron.

Empat pelaku berhasil ditangkap yakni Joni Rupawan, Agung Setyadi, Hendri Hidayat, dan Asep Deni Ruhyana alias Boding, sementara yang buron adalah Agus Cilung, Wawan alias Wanreng, dan Taryana. Polisi masih terus mengejar pelaku yang buron.

Aksi pelaku diketahui setelah korban Suminah melapor ke petugas piket Polsek Cipatat pada 27 Februari 2018. Mobil truk miliknya atas nama PT Pentawira Agraha Sakti dengan alamat Desa Kepohagung, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, GPS-nya terpantau di sekitar eks Tol Kampung Pareang, Desa Mandalasari, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.

Baca Juga:  Koramil Lanjut Citarum Bestari

Mendapatkan laporan tersebut, petugas langsung mendatangi lokasi dan menemukan truk tanpa tangki di lokasi dengan nomor polisi B 9143 UTU. Setelah dilakukan pengecekan ternyata nomor rangka dan nomor mesin truk tersebut sesuai dengan truk korban yang dilaporkan hilang. Namun plat nomornya telah dipalsukan oleh pelaku dari nomor aslinya S 8269 UF.

“Dari laporan korban dan berdasarkan temuan di lapangan, petugas kami lalu mendatangi garasi truk tersebut di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Setelah diinterogasi sopir truk (Joni) dan pengawas gudang (Agung) mengakui telah menjual truk tersebut,” ujar Kapolsek Cipatat Kompol Asep Nandang di Mapolsek Cipatat, kemarin.

Baca Juga:  Jelajah Wisata Smartfren Ekspos Situs Karangkamulyan Ciamis

Menurut dia, setelah dipreteli dan tangkinya di lepas truk tersebut rencananya akan dijual seharga Rp25 juta. Namun sebelum berhasil menjual komplotan tersebut keburu ditangkap.

Barang bukti yang diamankan yakni truk merek HINO dengan nomor polisi S 8269 UF tahun 2010 warna hijau, satu buah kunci kontak, dan plat nomer palsu B 9143 UYU.

“Satu pelaku terpaksa ditembak karena coba melawan saat ditangkap. Kepada mereka akan dikenakan Pasal 374 dan 372 dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” terangnya.

Salah seorang pelaku Joni yang merupakan sopir truk tersebut mengaku, terpaksa menjual truk itu karena didesak kebutuhan hidup dan tidak memiliki uang. Dari hasil penjualan truk, dia sudah mendapatkan imbalan uang Rp4 juta.

Baca Juga:  Kompolnas Siapkan Nama Pengganti BG

“Saya terpaksa menjual truk ini untuk kebutuhan sehari-hari dan keluarga saya seperti untuk membayar beberapa cicilan,” tandasnya. (drx/yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here