Soal Lingkungan, Apindo Diam

106
PENCEMARAN UDARA: Cerobong pabrik mengeluarkan asap dari sia pembakaran pada proses produksi yang memiliki ambang batas.

CIMAHI – Walikota meminta Keberadaan Organisasi Asosi­asi Pengusaha Indonesia (Apin­do) di Kota Cimahi sepertinya harus menjadi perhatian. Sebab, selama ini keberadaan Apindo sebagai wadah berhimpunya perusahaan-perusahaan tidak bisa memberikan kontribusi untuk menjaga lingkungan. Ketua Apindo Cimahi Roy Su­narya yang mengatakan, Apin­do tidak bisa memberikan sanksi kepada operusaahan yang melanggar terhadap aturan pe­merintah. Sebab, Apindo hanya organisasi berkumpulnya para pengusaha.

Dia mengakui, selama ini ma­sih ada perusahaan yang tidak patuh untuk menjaga lingkungan. Bahkan, dari dari 600 industri yang ada di Kota Cimahi, hanya sekitar 10 persen saja yang men­jadi anggota Apindo.

Roy mengungkapkan, untuk perusahaan yang tergabung dalam Apindo yang melakukan pelanggaran melakukan pem­buangan limbah memang ada. Namun, Apindo tidak bisa mem­berikan sanksi apapun. Sebab, tugas Apindo hanya menjadi membela industri untuk me­nyampaikan aspirasi kepada pemerintah.

’’Paling bila ada pelanggaran seperti itu bisa dilakukan pem­binaan,’’ ujar Roy saat ditemui di Apartemen The Edge, Jalan Raya Baros, kemarin (15/4).

Dia mengatakan, dari semua industri yang melakukan pencemaran ke Sungai Citarum, se­banyak 90 persen industri disi­nyalir memang tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Kendati begitu, melihat gencarnya program pemerintah untuk mewujudkan lingkungan bebas dari pencemaran limbah. Apindo siap bekerjasama dengan merangkul industri untuk ikut mematuhi aturan tersebut dengan memanfaatkan networ­king yang baik dengan konsul­tan, ahli lingkungan, dan LSM untuk bisa mengawasi dan membina industri.

“Tentu tidak didiamkan, kita carikan solusinya seperti apa. Makanya untuk pabrik-pabrik yang jadi anggota Apindo itu harus menyerahkan data-data perusahaannya,’’ ucap dia.

Roy menambahkan, adanya kompensasi ke masyarakat se­cara perlahan harus dieliminir. Sebab, jika ini dibiarkan artinya masyarakat sama saja mendu­kung pencemaran lingkungan oleh industri. Sehingga, mengan­dalkan kompensasi, juga tidak akan menumbuhkan kesada­ran dari pengusaha.

Sementara itu, Wali Kota Ci­mahi, Ajay M. Priatna, mene­gaskan, para pelaku industri agar berhenti membuang limbahnya langsung ke anak Sungai Cimahi.

Da meminta Apindo, selaku wadah para pengusaha, agar dapat mengedukasi dan menga­rahkan anggotanya untuk me­naati aturan di Kota Cimahi.

“Tolong, jangan cari masalah dengan masih membuang lim­bah langsung ke sungai, memang saya belum lihat secara langsung tapi nanti akan coba dilihat. Kita coba akan kunjungi korban­nya, akan berkomunikasi apa keinginan mereka,” tutur Ajay singkat. (ziz/yan)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.