354

Siapkan Satu Hektar untuk Tanaman Stevia

DUKUNGAN PENUH: Perhutani KPH Bandung Utara menyiapkan lahan seluas 1 hektare untuk mengembangkan tanaman stevia seperti riset yang dilakukan tim dari Unpad.

NGAMPRAH– Perhutani KPH Bandung Utara me­nyiapkan lahan seluas 1 hektare dengan kontur tanah yang lebih datar untuk men­dukung penuh tim riset Uni­versitas Padjajaran (Unpad) dalam mengembangkan tanaman stevia di wilayah Bandung Utara.

Sebab, keberadaan tanaman yang dapat menjadi bahan baku pengganti gula rendah kalori ini bisa menekan per­tumbuhan gulma yang sering­kali membuat tanaman kopi menurun produktivitasnya. Hal itu diungkapkan Admi­nistratur (Adm) Perhutani KPH Bandung Utara Komaru­din di Lembang, kemarin.

“Tentu kami sangat mendu­kung dan mengapresiasi penuh terkait riset dan pembudi­dayaan stevia. Sebab seba­gian besar kawasan di KPH Bandung Utara adalah hutan lindung sehingga pemanfaa­tannya masih terbatas dan yang diperbolehkan adalah dari hasil hutan bukan kayu,” ungkapnya.

Dia mengakui, selama ini telah membuat program pe­libatan masyarakat dengan penanaman di bawah tegakan dengan jenis pohon kopi. Tapi, kendala panennya satu tahun sekali, sehingga di an­tara masa panen dan pena­naman harus ada hasil jang­ka pendek yang menguntung­kan secara ekonomi bagi masyarakat. Diharapkan hasil riset soal pemanfaatan tanaman stevia ini bisa men­jadi solusi peningkatan kese­jahteraan masyarakat di se­kitar hutan.

Curah hujan tinggi dan kon­tur tanah yang relatif subur di kawasan Bandung Utara diyakini bisa membuat stevia tumbuh dengan baik. Di sisi lain, pertumbuhan gulma di bawah kopi juga sangat cepat sehingga mengganggu pro­duktivitas kopi dan butuh tenaga dari petani untuk pemeliharaan dan pember­sihan gulma.

Kehadiran Stevia sebagai tanaman bawah selain tana­man pokok kehutanan dan kopi sebagai tanaman perdu bisa membuat petani berse­mangat dalam menjaga lahan.

“Stevia nilai ekonomisnya bagus, menjanjikan, pro­duknya ada, dan industri pengolahnya juga ada. Jadi ketika menanam stevia oto­matis petani juga menjaga tanaman kopi dari serangan gulma. Apalagi memanen stevia adalah dengan memo­tong daun sekitar 10 cm di atas tanah, jadi tidak merusak kontur tanah,” sebutnya.

Menurutnya, jika uji coba ini berhasil maka pihaknya siap menyiapkan lahan selu­as 1 hektare dengan kontur tanah yang lebih datar. Pera­watan stevia juga relatif mu­dah karena tidak ada pengo­lahan tanah intensif beda dengan tanaman sayuran. Sistem mulsa juga tidak me­makai plastik, tapi meman­faatkan bahan di alam se­peti dari dedaunan, sehingga ketika dedaunannya mem­busuk bisa menjadi pupuk organik dan membuat tanah lebih subur.

Sementara itu, tim pene­liti dari Unpad mencoba untuk membudidayakan tanaman stevia di kawasan lahan Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara, tepatnya di Petak 55, RPH Cikole, BKPH Lembang, Desa Cikidang, Kecamatan Lembang.

Tim yang dipimpin Wakil Rektor III Bidang Riset, Peng­abdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, Inovasi, dan Usaha Keri Lestari ini men­coba mengembangkan tana­man stevia yang dapat men­jadi bahan baku pengganti gula yang rendah kalori se­hingga bisa mencegah penya­kit diabetes melitus.

“Berdasarkan riset yang kami lakukan, daun stevia memiliki rasa manis sekitar 200 hingga 300 kali gula bia­sa, namun memiliki nol ka­lori. Inilah yang membuat produsen yang bekerja sama dengan lembaga penelitian Unpad, tertarik untuk meman­faatkannya sebagai sumber bahan baku produk mereka,” tutur Keri.

Keri menjelaskan, Unpad me­miliki konsep transformatif learning yakni pembelajaran yang didasarkan riset terkait dengan pengabdian masyarakat. Melalui pembudidayaan tana­man stevia ini diharapkan dapat mengoptimalisasikan kawasan hutan lindung yang selama ini hanya ditanami kopi. Ini dika­renakan karakteristik stevia yang memiliki fungsi konservasi, tidak merusak tanah, dan bisa dipa­nen berkali-kali tanpa harus mencabut akarnya. (drx)

BAGIKAN
Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.