Siapkan 10 Unit Pompa Air

70
ALIRKAN KE SAWAH: Warga Desa di Kabupaten Bandung sedang memperbaiki pompa air yang mengalami macet, sehingga tidak bisa menyedot air sungai untuk lahan pertanian.

SOREANG – Kodim 0609/Kabupaten Bandung menyiapkan sejumlah pompa air untuk para petani sebagai antisipasi musim kemarau di tahun ini.

“Kami akan menyiapkan dan menyediakan alat pompa air sebagai antisipasi kekeringan. Sejauh ini baru 10 unit yang kami sediakan, saat ini posisinya ada di Makodim,” tutur Dandim 0609/Kabupaten Bandung Letkol Arh Andre Wira, Kemarin (19/7).

Dikatakan Andre, TNI siap membantu petani dalam menghadapi musim kemarau, terutama di sentra-sentra pertanian di wilayah Kabupaten Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat dengan memberikan bantuan pompa air.

“Pompa air tersebut akan disebar ke wilayah yang rawan mengalami kekeringan,” ujarnya.

Sejauh ini pihakanya sudah memerintahkan para Babinsa untuk mengecek setiap wilayahnya masing-masing yang rawan mengalami kekeringan. Bahkan, pompa air tersebut bisa dipinjam oleh kelompok tani yang membutuhkan secara gratis.

“Mekanismenya, kelompok tani membuat laporan ke Babinsa dan Koramil, pompa airnya akan diturunkan langsung untuk mengairi, lahan pertanian yang rawan mengalami kekeringan,” katanya.

Meski demikian sejauh ini, pihaknya belum mendapatkan laporan kekeringan di tiga wilayah tersebut. Menurutnya sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung, Cimahi dan Bandung Barat rawan mengalami kekeringan.

“Biasanya di daerah Cipatat, daerah Cikalongwetan (Bandung Barat). Sejauh ini Babinsa sudah merapat ke kelompok tani. Dan belum ada laporan, sampai saat ini masih bisa teratasi,” tuturnya.

Sementara Dinas Pertanian Kabupaten Bandung menghimbau bagi daerah yang kerap mengalami kekeringan agar tidak menanam padi. Distan menyarankan agar para petani menanam sayuran berumur pendek (semusim) saat kemarau terjadi.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Tisna Umaran mengatakan karena sudah berpengalaman di tahun-tahun sebelumnya maka ada beberapa langkah yang pihaknya akan lakukan sebagai langkah antisipasi.

Pertama kata Tisna, bagi daerah-daerah yang memang langganan kekeringan kemudian tidak ada sumber air, maka berdasarkan pengalaman tahun lalu ditambah tanda-tanda alam maka akan terjadi kemarau.

“Jadi tolong dipertimbangkan kalau mau nanam jangan padi, tapi nanam sayuran yang berumur pendek. Yang pemakaian dan keperluan airnya tidak terlalu banyak seperti kangkung, sayuran dataran rendah, palawija dan lain-lain,” tuturnya.

Meski demikian di tengah musim kemarau ini, harga sayuran tengah harga sayuran selalu bagus. Sehingga masyarakat yang dilanda kekeringan sangat dianjurkan untuk menanam sayuran.

“Kemudian yang kedua kalau daerah yang biasa kekeringan tetapi kami identifikasi ada sumber air, kami memiliki pemetaan bantuan pompa air dari kementrian. Saat kemarau itu bisa beroperasi dalam artian arealnya ada sumber airnya,” katanya.

Tisna menyebutkan beberapa daerah yang dilanda kemarau namun masih ada sumber air di antaranya daerah Majalaya, Solokan jeruk, Bojongsoang, Rancaekek, Dayeuhkolot, dan Baleendah. Sementara untuk daerah selatan seperti Soreang, Pasirjambu, Ciwidey, dan Ciparay relatif aman.

“Kalau yang parah biasanya Cicalengka, Nagreg, Cikancung antisipasinya kita kasih tahu masyarakat bahwa berdasarkan tahun lalu kita sarankan jangan tanam padi tapi diganti dengan tanaman semusim,” pungkasnya. (rus/yan)

~ads~

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.