Setelah Gabah Anjlok, Harga Beras Ikut Turun

135

PAMANUKAN-Memasuki panen raya, harga beras di sejumlah pasar tradisional terus alami penurunan. Pe­nelusuran Pasundan Ekspres (Grup Jabar Ekspres) di beberapa kios beras di Pasar Inpres Pamanukan, kemarin (8/4), harga beras kualitas tinggi yang sebelum­nya Rp1.200.000, kini turun menjadi Rp850.000 hingga Rp900.000 per kwintal.

Pemilik Kios Beras SR di Pasar Inpres Pamanukan berujar jika penurunan su­dah terjadi dari mulai bu­lan Maret hingga awal April ini. Ia menyebut, salah satu faktor penyebabnya adalah musim panen raya disejum­lah wilayah di Subang. “Kar­ena wilayah selatan Pamanu­kan sudah pada panen raya kan. Jadi berangsur turun” katanya

Menurut penuturan pemi­lik kios tersebut, turunnya harga beras tidak terlalu berdampak signifikan pada meningkat atau menurunnya pembeli. “Masih tetep biasa, ya sama ajalah. Kan memang di pasar pusatnya. Cuma kalau moment panen gini, orang banyak yang langsung beli beras ke penggilingan langsung. Beda kalau tidak panen, pasti kesini” ung­kapnya

Ditempat lain, Pemilik Kios Beras Candy juga mengata­kan hal yang sama jika harga beras sebelumnya yang ada di harga Rp. 1.200.000 per kwintalnya, kini berada di kisaran Rp. 850.000 sam­pai Rp. 930.000 per kwintal­nya. “Turunya memang dari bulan maret kemarin, tapi bulan ini (April) turunnya drastis, anjlok” katanya

Pemilik Kios Beras Candy turut merasakan dampak dari turunnya harga di musim panen raya ini. Sebab menurutnya, pembeli beras cenderung sepi dibanding dengan biasanya. Ia pun tidak menampik jika turun­nya harga beras di musim panen raya memang biasa terjadi.

“Kalau lagi panen mah me­mang suka turun,” ujarnya.

Sebelumnya, Kosim, se­orang petani di Dea Gambar­sari Kecamatan Pagaden juga mengeluhkan harga gabah yang turun.

Menurut Kosim, saat ini harga gabah varietas Ciherang berada dikisaran Rp4.500 hingga Rp4.600 per kilogram. Bahkan menu­rut Kosim, saat memasuki musim panen seperti kali harga gabah kering bisa mencapai Rp500.000 hingga Rp600.000 per kwintal.

“Harganya sih sebetulnya relatif, ya untuk macam-macam varietas. Meskipun tidak merugi seperti tahun lalu, tapi memang ya sama saja harganya seperti daerah lain yang lagi panen, saat ini lagi turun,” pungkas Kosim.

Seperti dilansir dari ber­bagai media, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga beras mengalami penurunan pada Maret 2018. Penurunan harga beras tersebut tidak lepas dari adanya panen raya yang terjadi pada Maret. Di wilayah Subang sendiri, beberapa wilayah di Keca­matan Pagaden, Binong, Tambakdahan serta wilayah lain memang sedang masa panen raya. Bahkan di lapangan, harga gabah dari informasi yang didapat dari petani dan kelompok tani di masa panen ini mengalami penurunan sampai diangka Rp4.500-Rp4.600 per kilo­gram.(ygi/din)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.