Selesaikan Polemik PAB

Dewan Siap Menjadi Mediasi

75
LAMA TERBENGKALAI: Pasar Atas Barokah yang setengah jadi sampai saat ini tidak jelas kelanjutan pembangunannya. Padahal, para pedagang mengharapkan segera di selesaikan.

CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi harus bisa mengakomodir keinginan para pedagang Pasar Atas Barokah (PAB). Sebab, akibat terbengkalai pembangunan, para pedagang merasakan dampak buruk, terutama penurunan hasil pendapatan berjualan.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cimahi, Achmad Gunawan, mengatakan, untuk kepentingan bersama, pemerintah daerah, harus memprioritaskan keinginan para pedagang. Sehingga, apa yang diminta pedagang harus direalisasikan.

“Ya diakomodir. Permintaan dari para pedagang cukup realistis. Pascakebakaran empat tahun silam itu, nasib mereka terkatung-katung tanpa ada kejelasan,” kata pria yang karib disapa Agun itu ketika ditemui di Kantor DPRD Kota Cimahi, kemarin (9/4).

Dia mengatakan, jika menyerap keinginan yang diutarakan oleh para pedagang, sebetulnya permintaan mereka tidak memberatkan pihak manapun. Apalagi, pemerintah memang menjajikan akan menempatkan mereka dalam bangunan pasar yang baru dan lebih modern.

“Mereka hanya minta lapak atau kiosnya satu hamparan di lantai dasar. Apa susahnya sih merealisasikan hal itu?,” ujarnya.

Agun mengatakan, sebagai penyambung aspirasi masyarakyat, maka pihaknya akan memanggil kepala dinas terkait sekaligus mengundang 50 orang perwakilan pedagang untuk melakukan audiensi.

Agun berharap, dari pertemuan tersebut, pihak pemerintah khususnya dinas terkait dapat menjelaskan apa permasalahan dan upaya pemerintah setempat dalam menyikapi keinginan pedagang.

“Nanti kita akan membahas keinginan mereka sekaligus membuat perencanaan bersama agar bisa diterapkan kedepannya,” terangnya.

Ia mengingatkan, jangan sampai rencana ini sendiri tidak seimbang dengan keinginan pedagang. Karena jika terjadi ketidakseimbangan atau tidak menndapatkan titik temu, imbasnya adalah pembangunan tidak berjalan dan terbengkalai.

“Ini jelas harus dipertimbangkan. Pemkot tentunya punya janji-janji yang harus direalisasikan dan tentunya berpihak pada masyarakat,” tegasnya.

Dari pemberitaan sebelumnya, Sekretaris Persatuan Pedagang Pasar Atas, Hana Subiarti, mengaku,  Ajay pernah mengatakan akan mengusahakan tidak terjadi mati suri pada proyek PAB. Namun, kekhawatiran pedagang timbul, lantaran hingga sekarang belum ada tanda tanda pembangunan dilanjutkan.

“Sampai sekarang kami belum dengar pembangunan sudah sampai mana, malah tidak ada aktivitas pembangunan sama sekali. Intinya kami butuh kejelasan, bukan hanya janji manis saja,” katanya.

Menurut Hana, jika melihat sisa waktu di tahun 2018, wajar jika timbul kekhawatiran dari para pedagang. Sebab dibutuhkan waktu cukup lama untuk menyelesaikan pembangunan, yang akhirnya membuat pedagang menduga pembangunan akan kembali molor dari waktu yang ditentukan.

“Sepertinya akan terjadi kemunduran jadwal pembangunan, karena kalau memang mudah dan cepat pasti sekarang sudah ada tanda-tanda bakal selesai. Akhirnya operasional bagi para pedagang kembali terhambat,” ungkapnya. (ziz/yan)

~ads~
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.