Satgas Citarum Tutup Pembuangan Limbah

637
Satgas Citarum
TUTUP LUBANG: Satgas Citarum bersama Dan Sektor dan petugas DLH melakukan penutupan langsung lubang pembunagan limbah CV BMW.

KATAPANG – Satgas Citarum Harum sektor 7 di bawah komando kolonel Kaveleri Purwadi melakukan penutupan perusahaan CV Bandung Mekar Washing (BMW) yang berada di Kampung Bojong Desa Sukamukti Kecamatan Katapang Kabupaten Bandung, Senin (16/4).

Penutupan tersebut karena perusahaan mengeluarkan limbah yang langsung di buang ke Sungai Citarum. Ha ini dikatakan Purwadi.

” Berdasarkan patroli anggota TNI yakni Serka Dede Rohana dan Serda Iwan yang bertindak sebagai Satgas perusahaan itu. memproduksi washing jeans bukan loundry,” kata Purwadi kepada wartawan kemarin (16/4).

Menurutnya, perusahaan itu beroperasi dari jam 08.00 sampai dengan 17.00 WIB ini memiliki 6 pekerja dan menempati lahan seluas 10×15 meter2 secara langsung membuang limbahnya ke aliran Sungai Citarum tanpa adanya proses penyaringan terlebih dahulu. Sedangkan mesin yang digunakan merupakan mesin pembakar, pencelup, dan pengepresan.

“Bahan yang digunakan perusahaan itu, yaitu, menandung bahan Sulfur, Zodium dan Softener dan dalam sehari menghasilkan 300 buah hasil celup berupa celana dan jaket. Limbah tersebut langsung dibuang begitu aja ke Sungai Citarum tanpa di kelola terlebih dahulu,” ungkapnya.

Setelah dilakukan penggerebekan, di ketahui di dalam perusahaan tersebut hanya ada tiga pegawainya saja, tiga pegawainya yang lain dan pemiliknya kabur, hingga saat ini tidak bisa di hubungi.

“Mereka memproduksi pencelupan itu sudah lama, dulunya mereka membuka pencelupan di Cijagra namun di tutup, dan mereka langsung pindah ke sini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas LH Kabupaten Bandung, Asep Kusumah melalui Kasi Penaatan Hukum, Robby Dewantara membenarkan bahwa CV BMW diduga membuang limbah secara langsung ke Sungai Citarum, selain itu, perusahaan tersebut pun tak meiliki izin karena tidak didapati Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

“Kami sudah melakukan penyegelan mesin produksinya karena ada indikasi membuang limbah secara langsung ke Sungai Citarum. Selain itu untuk perizinan juga masih kita dalami,” ungkapnya.

Lebih lanjut lagi, Robby pun mengatakan, saat dilakukan pemeriksaan, perusahaan tersebut dalam keadaan tutup, tetapi pada saat dilakukan peeriksaan dan menurut keterangan warga masih terlihat ada bekas pembuangan limbah secara langsung.

“Perusahaan ini merupakan perusahaan maklun mencucian kain jenis jeans. Jadi beroperasi jika ada order atau permintaan dari perusahaan-perusahaan kain,” katanya.

Pihaknya telah mengambil sampel air limbah yang dibuang untuk diperiksa di laboratorium. Menurutnya DLH juga akan memberikan sangsi administrasi berupa paksaan penghentian produksi atau penutupan permanen jika tidak diindahkan oleh pemilik perusahaan.

“Setiap perusahaan wajib melakukan pengolahan limbah dan limbah yang dibuang juga harus berizin. Kalau tidak nanti kami akan tindak tegas,” terangnya. (yul/yan)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here