Sampah Numpuk di Jalan

119
TIDAK ADA TPSS: Beberapa orang warga Kelurahan Utama Kota Cimahi melintas jalan Mahar Martanegara Kampung Hujung yang banyak terdapat sampah dalam karung.

CIMAHI – Keberadaan tumpukan sampah di Jalan Mahar Martanegara Kampung Hujung RT 02/RW 05 Kelurahan Utama Kecamatan Cimahi Selatan sangat mengganggu Warga sekitar. Terlebih, tempat itu sudah seperti Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

Dari pantauan di lapangan, tampak sampah dimasukan kedalam karung dan juga kantong kresek menupuk dan tercecer dijalanan. Bukan hanya warga sekitar tumpukan sampah tersebut juga mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

Ratna, 48, salah seorang warga sekitar lokasi mengaku, warga sangat terganggu dengan adanya tumpukan sampah di jalan tersebut. Apalagi, dimusim penghujan seperti sekarang, resapan air dari sampah itu kemana-mana dan menyebarkan bau tak sedap.

“Belum lagi lalat yang berterbangan. Pokoknya sangat menjijikan,” ujarnya, dilokasi, Jalan Mahar Martanegara, Kelurahan Utama Kota Cimahi, Jumat (20/4/2018).

Ratna mengatakan, tumpukan sampah tersebut terjadi bukan oleh warga setempat. Namun banyak warga lain diluara warga sekitar (RW 05) yang dengan sengaja membuang sempah ke tempat itu.

“Ada yang pake motor, mobil tau tau melemparkan sampah ke situ. Kayaknya mereka sengaja. Pernah juga ada yang dikejar sama warga karena seenaknya mereka membuang sampah ke sini,” katanya.

Sementara itu, Ketua RT setempat, Nia menuturkan, tumpukan sampah itu terjadi sudah beberapa tahun. Selama ini sampah tersebut ditarik hanya dua kali dalam seminggu. Namun, karena banyak warga luar yang membuang sampah di sana, maka sampah kerap menumpuk.
“Nggak pernah bersih. Baru diangkut, tau tau udah banyak lagi sampah berserakan,” katanya.

Nia mengaku, warga setempat bersama ketua RW pernah memasang spanduk yang bertuliskan jangan buang sampah. Bahkan melakukan penjagaan secara bergantian agar tidak ada yang buang sampah ditempat tersebut.

“Tetep aja ada lagi (sampah). Nggak tau kapan mereka membuangnya,” ucap Nia.

Nia mengaku, pihak warga pernah juga pernah melakukan beberapakali pertemuan untuk menyelesaikan permasalahan sampah tersebut. Bahkan pernah juga meminta solusi kepada pihak pemerintah Kota Cimahi.

“Sampai sekarang belum ada solusi. Kami pasrah aja. Habis mau gimana lagi,” tandasnya.

Terpisah, Kepal Unit Pelaksana Teknis (UPT) Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, Usep Koswara mengakui, memang permasalahan sampah di RW 05 tersebut menjadi Pekerjaan Rumah pihaknya sejak dari dulu.

Menurut Usep, pihaknya pernah menyarankan agar petugas pemungut sampah warga RW 05 membuang sampahnya di TPS Baros. Namun, para petugas kebersihan RW menolaknya dengan alasan jauh.

“Akhirnya antara warga dan kami bersepakat sampah tetap di situ dan diangkut dalam seminggu dua kali,” kata dia.

Usep mengaku, pada dasarnya pihak pemerintah siap membangun TPS di daerah tersebut. Namun karena terkendala lahan maka hingga sekarang belum bisa membangun TPS.

“Minimal butuh luas lahan 200 meter persegi. Silahkan kalau warga sudah menemukan lahan untuk pembuatan TPS segera melapor kepada kami. Yang penting lahan itu bisa masuk kendaraan pengangkut sampah,” pungkasnya. (ziz/yan).

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.