Rumah Mewah Penjual Miras Disegel

123
LANGSUNG DISEGEL: Warga dan wartawan berkumpul di depan sebuah rumah mewah di Jalan Bypass Cicalengka. Rumah ini diduga sebagai tempat peracikan dan gudang miras oplosan yang menewaskan 41 orang warga di kabupaten Bandung.

BANDUNG – Sebuah rumah mewah di Jalan Raya Bypass di Desa Cicalengka Wetan RT 3/8 kecamatan Cicalengka, kabupaten Bandung, disegel kepolisian daerah Jawa Barat.

Rumah berlantai dua, milik tersangka penjual minuman keras (miras) oplosan Simbolon,50, diduga tak hanya digunakan sebagai tempat tinggal tapi juga gudang.

Seperti diketahui, akibat menegak miras oplosan itu sedikitnya 41 orang tewas. Dir Narkoba Polda Jabar, Kombes Pol Enggar yang langsung memimpin jalannya penggeledahan, belum bisa memberikan keterangan rinci terkait apa yang mereka dapatkan dari rumah tersebut.

Hanya saja terlihat, Polisi setelah keluar dari rumah itu langsung memasang garis polisi. ”Penggeladahan dilakukan

berdasarkan hasil keterangan dari sejumlah tersangka yang telah diamankan kepolisian.

Namun, untuk lebih jelasnya besok (hari ini, Red.) siang akan disampaikan pada rekan media di sini oleh Bapak Kapolda Jabar,” ujar Enggar pada wartawan di lokasi kejadian, kemarin (11/4).

Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan pun enggan menyebutkan apa yang mereka dapat dari dalam rumah. Indra hanya menyebutkan pihaknya telah berhasil menemukan sejumlah barang bukti yang telah diamankan.

Warga Cicalengka Rian, 40, mengaku sebenarnya warga sudah lama curiga dengan aktivitas di rumah berlantai dua itu. Mereka, menduga rumah itu tak hanya dijadikan tempat tinggal tapi juga gudang penyimapanan miras oplosan.

”Rumah itu, diduga digunakan bukan sekadar tempat tinggal. Tetapi juga sebagai gudang,” kata Rian yang turut serta menyaksikan proses penggeledahan oleh Polda Jabar dan Polres Bandung, kemarin.

Kecurigaan warga beralasan karena setiap siang dan sore kerap terlihat mobil box pengangkut barang yang mondar mandir ke rumah itu.

Sementara itu, pasca puluhan korban berjatuhan, Muspika Majalaya makin gencar melakukan razia (miras) di belasan toko di wilayahnya. Sedikitnya, selama tiga hari melakukan operasi, telah menyita 6 ribu miras berbagai merk.

Camat Majalaya, Adjat Sudrajat mengatakan, pihaknya tidak akan memberikan ruang ke para pengedar miras maupun tuak, baik yang berkedok warung atau toko makanan. Begitu dirinya mengetahui ada pengedar miras dan tuak, langsung melakukan razia ke tempat tersebut.

”Dengan cara ini diharapkan dapat membuat para pengedar jera karena mereka merasa tidak nyaman dengan adanya Satpol PP terus merazia miras dan tuak,” kata Adjat usai razia miras di salah satu toko di Jalan Anyar Majalaya.

Dia mengaku, telah melakukan razia di 15 titik di Kecamatan Majalaya. Menurutnya ada 8 titik yang belum tersentuh, karena masih dalam pemantauan. Untuk keseluruhan di wilayahnya ada 23 titik yang menjual minuman keras.

Menurut Adjat kondisi warga  Majalaya yang menenggak minuman beralkohol sangatlah menghawatirkan. Miras telah dikonsumsi berbagai kalangan, bahkan sudah menyasar ke kalangan pelajar.

”Salahsatu penyebab terjadinya kejahatan di Majalaya, karena miras menimbulkan orang meninggal, buta penglihatan, pemerkosaan, KDRT, dan perkelahian masal,” kata Adjat.

Dia menjelaskan razia miras bukan hanya karena ada banyaknya korban di Cicalengka, tapi pihaknya sering melakukan razia miras sebelumnya. Pada tahun 2017 lalu, pihaknya pernah memusnahkan 70 ribu botol minuman keras.

”Sekarang sudah mendapatkan 6 ribu botol minuman keras ditambah ratusan jerigen tuak. Operasi ini dilaksanakan,  karena Majalaya tidak jauh dengan kota besar, semua kejahatan ada di sini. Oleh karena itu, kami terus gencar melakukan razia miras ditambah adanya kejadian di Cicalengka.

Sehingga setiap hari kami gencar melakukan razia miras,” jelasnya.

Setelah operasi ini beres, lanjut Adjat, pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap para penjual miras dengan membuat surat pernyataan.

“Intinya mereka tidak boleh berjualan miras di Majalaya,” ujarnya.

Sementara itu, setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) situasional terkait miras atau minuman beralkohol (minol), Bupati Bandung H. Dadang M. Naser mengharapkan adanya kerjasama aparat Kepolisian dan TNI untuk terus berkoordinasi bersama jajaran Pemkab.

”Saya sangat prihatin dengan kejadian ini, kita harus sikat habis peredaran miras di Kabupaten Bandung. Saya harap pihak kepolisian dan aparatur TNI bisa terus berkoordinasi untuk menggeledah tempat-tempat yang disinyalir menjual miras dan mencari siapa otak dibalik pengoplosan ini,” ungkap Dadang.

Dadang mengajak masyarakat untuk ikut membantu dalam mengawasi peredaran miras. “Kepada masyarakat apabila melihat toko-toko jamu yang menjual miras untuk melapor kepada aparat terdekat seperti aparat desa, Babinsa (Bintara Pembina Desa), Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat), Polsek dan Danramil,” ungkapnya.

Menindaklanjuti hal tersebut Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bandung mewajibkan setiap kecamatan untuk melakukan razia atau inspeksi mendadak (sidak) miras di wilayahnya. “Sejak hari Senin (9/4), kami menginstruksikan petugas di tiap kecamatan untuk melakukan sidak secara terus menerus.

Sekaligus menertibkan kios yang bersifat bangli (bangunan liar) dan kios yang tidak ada pemiliknya,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Perundang-undangan (Gakperunda) Satpol PP Kabupaten Bandung Oki Suyatno.

Oki menjelaskan, setelah ditetapkannya KLB oleh Bupati pihaknya akan lebih intensif melakukan penertiban sejumlah kios yang menjual miras. “Ada atau tidaknya status KLB kita sudah rutin melakukan pengawasan, pemeriksaan dan razia terhadap sejumlah kios penjual minol dan miras. Akan tetapi setelah ada KLB ini kami akan lebih intens menertibkan peredaran minol ini,” terangnya. (yul/ign)

~ads~

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.