Rintis Usaha Bantal Printing

Dapat Penghasilan 20 Juta Per Bulan

64

SOREANG – Merintis usa­ha tentunya dapat dimulai dari mana saja. Seperti yang dilakukan Iyan, melalui ru­mahnya ia mencoba mem­buka usaha jasa pembuatan digital printing.

Berbekal kemampuannya mengedit foto di komputer, Dia mencoba peluang usa­ha dengan membuat sarung bantal printing foto.

Dengan diberi nama Boyan’s Shop tak disangka usahanya kini menjadi mata pencaharian untuk menafkahi keluarganya. Bahkan, tidak hanya me­layani printing bantal fo­to saja, konsumen banyak yang memesan printing foto pada karpet dan matras.

Industri rumahan yang terletak di daerah Ciluncat, tepatnya di belakang pesan­tren Imtaq, blok B2 nomer 25 dia rintis seja 4 tahun lamanya.

Untuk memasarkan pro­duknya ternyata dia tidak mengalami kesulitan. Sebab, saat ini sudah banyak pe­langgan melalui online yang memesan berbagai produk printing yang ia produksi.

’’Untuk yang offline atau secara langsung datang ke rumah banyak juga untuk memesan produk bantal yang sesuai dengan keinginan pelanggan,”jelas Iyan ketika ditemui belum lama ini.

Untuk mendukung usaha­nya, dia dibantu oleh ka­ryawan berjumlah 2 orang yang bertugas mengopera­sikan peralatan digital prin­ting tersebut.

Dia mengaku, untuk modal awal membuka jasa digital printing memang besar. Saat memulai usaha ini kurang lebih Rp 25 Juta sampai 30 juta rupiah ia keluarkan un­tuk membeli peralatan. Se­dangkan untuk biaya ope­rasional dalam sebulan kurang lebih 10 sampai 15 juta rupiah.

’’ Alhamdulillah keuntung­an bersih yang di peroleh selama sebulan kurang lebih 20 sampai 30 juta,”jelas dia.

Dalam menjalankan usaha, berbagai kendala tentu akan dihadapi. Namun, hambatan tersebut bukanlan jadi gan­jalan untuk menyerah be­gitu saja.

’’Memang harga bahan selalu naik, serta sering ada­nya pemadaman listrik dari pihak PLN secara oto­matis produksi tidak bisa berjalan,”kata dia.

Produk sarung bantal print digital foto yang ia jual ter­bilang sangat murah. Hal ini, dimaksudkan agar para pe­langgan selalu memesan produknya dan dapat ber­saing dengan tempat lain.

’’Harga termurah dari pro­duk ini adalah Rp.15.000,00 dan yang paling mahal Rp.150.000,00,’’kata Iyan sem­bari tersenyum. (mg4/yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.