Ribuan Rumah Masih Tergenang

50
SEDIAKAN JASA ANTAR: Seorang warga menaiki rakit yang terbuat dari ban karet sebagai sarana untuk melewati genangan banjir di Kecamatan Dayeuhkolot.

BALEENDAH – Hampir tiga pekan, ribuan rumah di Desa Dayeuhkolot Kecamatan Dayeukolot Kabupaten Bandung masih terendam banjir luapan Sungai Citarum dan kebanyakan warga masih mengungsi tempat pengungsian yang sudah disediakan.

Kepala Desa Dayeuhkolot Yayan Setiana mengatakan, hampir tiga minggu anjir masih mengenangi pemukiman warga, ketinggian air berpariatif sekitar 30 hingga 1 meter lebih. Genangan masih terdapat di sembilan dari 14 RW yang ada di desanya. Yakni di RW 1, 2,3,4,8,14,5,13, dan 9.

Dari sekian RW itu, lanjut Yayan, hanya lima Re yang tidak terendam banjir. Dan jumlah rumah yang terendam masih mencapai ribuan unit dengan ketinggian air antara 70 hingga 1 meter lebih. Saat ini warga yang rumahnya masih digenangi air luapan Citarum itu, sebagian besar masih bertahan di beberapa lokasi pengungsian.

“Dalam dua hari ini, banjir sudah mulai surut, bahkan jalan raya di depan Masjid Asofia, Alun alun Dayeuhkolot sudah bisa dilalui kendaraan. Namun di pemukiman masih ada genangan sekitar 1 meteran lebih, warga masih mengungsi dibeberapa tempat, salah satunya di aula kantor Desa Dayeuhkolot ada 65 KK dengan jumlah jiwa sebanyak 186 orang. Pengungsi lainnya tersebar dibeberapa tempat, seperti di Kantor Kecamatan, Kantor Koramil dan beberapa masjid,” kata Yayan saat di wawancara di Kantor, Senin (12/3).

Yayan un menungkapkan, genangan air saat ini memang relatif surut ketimbang beberapa hari lalu. Dimana genangan air mencapai 2 meter lebih, sehingga banyak rumah warga yang terendam total dan hanya menyisakan bagian atapnya saja. Sehingga sebagian besar dari warga ini mengungsi, sedangkan sebagian warga yang rumahnya berlantai dua, banyak yang masih bertahan di rumah masing masing.

Lebih lanjut lagi Yayan menjelaskan, di tahun 2018 ini, luapan Sungai Citarum sering terjadi. Karena curah hujan yang masih tinggi mengakibatkan genangan air dipemukiman sangat lambat untuk surut. Karena ketika air surut, guyuran hujan disekitar Bandung Raya mengakibatkan luapan Citarum terus naik. Sehingga genangan air dipemukiman terus terjadi.

“Selama curah hujan masih tinggi, dan Citarum meluap pasti masuk ke pemukiman airnya. Semoga saja hujannya segera berkurang dan banjir bisa segera berhenti,” ungkapnya.

Menurut pantauan, kondisi serupa juga masih terjadi di Kampung Andir Kelurahan Andir Kecamatan Baleendah. Di Kampung Andir ketinggian air rata rata sekitar 1 meteran. Namun untungnya genangan air di Jalan Raya Andir-Katapang sudah bisa dilalui, meski genangan air bercampur lumpur masih terlihat menutupi jalan. (yul/yan)a

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.