Rabbani Pakai Jurus Konde

200
ERIEK TAOFIK/JABAR EKSPRES
Direktur Operasional Rabbani Nandang Komara saat memaparkan Rabbani sebagai salah satu trend fashion muslimah di Gedung Rabbani kemarin (11/4).

BANDUNG – Untuk memanaskan penjualan jelang puasa dan Lebaran, Rabbani meluncurkan jurus Konde alias Diskon Gede. Diskon yang berlaku nasional tersebut tembus 70 persen terhitung 7-20 April 2018.

“Konde ini jadi sejumlah program yang disiapkan sebelum Lebaran. Sebab di Indonesia sendiri, identiknya Lebaran itu beli baju baru,” kata Promotion Manager Rabbani Ridwanul Karim saat silaturahmi media di Gedung Rabbani, Jalan Citarum, Kota Bandung, kemarin (11/4).

Dia Menjelaskan produk untuk perempuan masih mendominasi dibandingkan produk untuk laki-laki dengan komposisi 60:40. Tapi, penjualan busana untuk kaum adam menunjukan peningkatan.

“Meski kerudung perempuan masih menjadi andalan. Di urutan kedua, kemeja koko (Kemko) menunjukkan penjualan cukup baik. Ini menunjukan laki-laki juga senang berbusana muslim yang bisa dikenakan untuk beragam kegiatan,” ungkapnya.

Diainggung prihal penjualan online, pria yang akrab disapa Iwang tersebut mengungkapkan, saat ini pihaknya terus membangun infrastruktur penjualan secara online demi menyasar generasi milenial. Meski sejauh ini, penjualan offline masih mendominasi dengan 98 persen.

“Baiknya penjualan offline ini ditopang sejumlah program. Salah satunya Konde itu tadi. Tapi Sejak 2015 hingga kini, pertumbuhan penjualan melalui pemanfaatan Teknologi Informasi mencapai 200 prrsen,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Sales dan Marketing Rabbani Budi Darmawan mengaku optimistis kegiatan bisnis perusahaannya tetap tumbuh positif meski laju pertumbuhan ekonomi mengalami perlambatan.

“Kita harapkan pertumbuhan bisnis double digit pada tahun ini dari pertumbuhan tahun lalu,” papar Budi.

Menurutnya, persaingan di industri busana muslim semakin ketat karena banyak bermunculan produsen baru. Akan tetap, pangsa pasar fesyen syar’i dianggap masih sangat luas dan menjanjikan. Dari 250 juta penduduk Indonesia, sekitar 87 persen memeluk agama Islam.

Pihaknya juga menganggap kompetitor sebagai pelecut untuk terus melakukan inovasi produk dan pelayanan. Hal ini sangat penting dilakukan demi menarik pelanggan.

Dia mengakui kondisi ekonomi nasional yang belum pulih berdampak terhadap seluruh sektor. Namun hal ini dijadikan momentum untuk melakukan perbaikan di internal perusahaan.

Lebih lanjut dia mengaku, sejumlah strategi telah disiapkan agar tetap menjadi pelaku usaha yang terdepan. (rie)

~ads~
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.