Proyek SD Baros Semakin Tak Jelas

CIMAHI — Keberadaan proyek pembangunan SDN Baros mandiri 3 yang berlokasi di Jalan Haji Haris RT 02/10 Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Selatan sampai saat ini tidak jelas kelanjutannya.

Bangkan kondisi bangunan berupa tiang kontruksi yang sudah terpasang sejak tahun 2015 dibiarkan berkarat dengan semak belukar tumbuh subur diarea.

Menanggapi masalah ini Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan mengakui bahwa kontruksi bangunan yang dibuat empat tahun lalu tidak dilakukan pemeliharaan.

“(Pemeliharaan) tidak, karena di sana baru berupa sturktur rangka, jadi belum ada pemeliharaan apapun,” ucap Dikdik ketika ditemui kemarin. (27/8)

Berdasarkan penelusuran, pembangunan SD Negeri Baros Mandiri 3 itu dimulai dengan pengadaan lahan tahun 2014. Kemudian, Agustus 2015 pembangunan fisik dimulai dengan alokasi anggaran Rp 3,4 miliar.

Kemudian, pembangunan terhenti akhir 2015. Memasuki tahun 2016, Pemerintah Kota Cimahi kembali melanjutkan pembangunan dengan estimasi anggaran Rp 2,2 miliar.

Namun setelah itu, sekolah tersebut dibiarkan mangkrak begitu saja. Dikdik sempat berkata pada tanggal 6 Januari 2018, bahwa pihaknya masih berharap ada bantuan dana dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk melanjutkan pembangunan.

“Kita bertekad bahwa sisi anggaran bisa dipenuhi provinsi. Kita akan bersurat lagi bahwa pembangunan bisa dilaksanakan secepatnya,” katanya.

Namun memasuki akhir bulan ke delapan tahun 2018, belum ada tanda-tanda pembangunan fisik SD Negeri Baros Mandiri 3 akan dimulai.

Terbaru, Dikdik membeberkan, rencananya pihaknya baru akan menanggarkan pembangunan lanjutan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) murni tahun 2019. Namun, ia belum bisa menyebutkan alokasi anggarannya karena masih dalam pembahasan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan DPRD Kota Cimahi.

“SD Baros insyaAlloh akan dilaksanakan lanjutan pembangunannya tahun depan. Kita sudah mengalokasikan sejumlah anggaran dan saya kira itu masih harus dibahas dengan TAPD maupun legislatif,” jelas Dikdik.

Meski belum bisa menyebutkan anggaran yang akan dialokasikan tahun depan, lanjut Dikdik, pihaknya memprediksi untuk melanjutkan pembangunan sekolah tersebut hingga benar-benar tuntas sedikitnya membutuhkan anggaran Rp 13-15 miliar.

Untuk mengejar dana belasan miliar tersebut, selain dari APBD Kota Cimahi tahun 2018, pihaknya juga masih berharap bantuan pendanaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan