24

Proyek Cable Car Tunggu Izin Kemenhub

SOLUSI KEMACETAN: Objek wisata Floating Market akan menjadi salah satu titik yang akan dilewati oleh cable car dalam rencana pembangunan proyek oleh BUMD.

NGAMPRAH – Untuk mewu­judkan proyek cable car atau kereta gantung di kawasan wisata Lembang Kabupaten Bandung Barat, Badan Usa­ha Milik Daerah (BUMD) PT Perdana Multiguna Sarana (PMgS) Bandung Barat sedang mengajukan perizinan trase/ jalur ke Kementerian Perhu­bungan.

Proses ini merupakan ba­gian dari tahapan yang harus ditempuh terkait rencana pembangunan cable car yang akan menghubungkan se­jumlah tempat wisata yang menjadi ikon di Kawasan Bandung Utara (KBU).

“Tahapannya memang harus mengajukan izin untuk trase cable car ke pihak provinsi dan juga Kementerian Per­hubungan. Itu merupakan progres terbarunya yang kami lakukan,” kata Direktur BUMD PT PMgS Denny Ismawandi Ngamprah, kemarin.

Menurut Denny, perizinan trase itu menjadi krusial ka­rena jika disetujui maka menjadi starting point dalam melakukan pekerjaan be­rikutnya salah satunya ada­lah groundbreaking.

Jika awalnya trase yang akan dibuat dari titik awal objek wisata Farmhouse ke Floating Market lalu The Loudge, namun ada pergeseran titik menjadi Farmhouse-Floating Market-Pasar Panorama Lembang. Trase tersebut akan menjadi awal dan ke depan bisa terintegrasi ke sejumlah kawasan termasuk ke Wali­ni, Cikalongwetan.

Terkait biaya investasi dari proyek cable car ini, Denny belum menghitung secara rinci karena saat ini masih fokus kepada pem­buatan kajian kawasan. Se­mentara untuk hal-hal teknis belum karena kewenangan pihaknya adalah membuat konsep manajemen semen­tara pengerjaan fisik dilaku­kan oleh pihak ketiga.

Sejauh ini BUMD PT PMgS bersama PT Aditya Dharma­putra Persada yang bekerja sama dengan perusahaan asal Austria Dopplemayr mendapatkan kepercayaan untuk merealisasikan cable car di KBB.

“Untuk nilai kebutuhan in­vestasi belum rinci dihitung sampai ke sana, tapi kalau untuk rute Farmhouse-Flo­ating Market-Pasar Panorama Lembang tidak akan lebih dari Rp 1 triliun,” ujar dia.

Denny menilai perusahaan asal Austria Dopplemayr memiliki pengalaman pulu­han tahun dalam membuat cable car. Salah satunya ca­ble car yang ada di pegun­ungan Alpen, Austria yang keamanannya sangat terja­min. Sehingga dengan latar belakang itu dan rute di ka­wasan Lembang yang akan dilalui, faktor keamanan dan keselamatan akan menjadi prioritas dalam pembangu­nannya.

“Pembiayaan pembangu­nannya tidak menggunakan APBD tapi sepenuhnya di­tanggung oleh investor. Nah bagi hasilnya nanti salah satunya dari sektor penjua­lan tiket,” tutur Denny.

Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna meyakini keberadaan cable car akan menjadi salah satu solusi kemacetan yang selama ini terjadi di kawasan Lembang.

Dia memprediksi untuk membangun cable car dari Farmhouse ke Floating Mar­ket membutuhkan biaya sekitar Rp 120 miliar, se­hingga butuh investor untuk merealisasikannya.

“Solusi untuk kemacetan di Lembang juga menjadi hal utama dengan hadirnya proyek cable car ini,” pung­kasnya. (drx)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.