Program ATM Beras Tetap Berjalan

99
LANJUTAN PROGRAM: Kadis Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Elly Wasliyah memberikan penjelasan pada acara Bandung menjawab.

BANDUNG – Setelah diluncurkan belum lama ini, keberadaan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) beras di Kota Bandung ternyata mendapat respon positif dari masyarakat. Hal ini, terlihat dari kepekaan sosial warga yang memberikan sumbangan berasya untuk mengisi ATM beras.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung, Elly Wasliah mengatakan, inovasi ATM Beras di Kota Bandung mendapat respon positif dari masyarakat. Selain dapat membantu masyarakat miskin, ATM beras juga menggugah kepekaan sosial warga mampu untuk berdonasi. Hal itu seperti yang terjadi di Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq Kec. Gedebage.

Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah menempatkan 6 unit ATM Beras di rumah-rumah ibadah di 6 kecamatan se-Kota Bandung, Bahkan, di Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq Gedebage baru satu bulan dioperasikan sudah ada donatur yang akan menyumbangkan beras.

“ Disitu beras yang bisa meng-cover sampai 220 KK (Kepala Keluarga) setiap bulan. Kalau diuangkan itu senilai Rp24 juta,” tutur Elly dalam Bandung Menjawab di Taman Sejarah Balai Kota Bandung, kemarin (18/10).

Dia menyatakan, Pemkot Bandung bersyukur sudah ada partisipasi masyarakat untuk mendukung program pengentasan kemiskinan di Kota Bandung. Sehingga, program ATM beras ini tetap berjalan lancar.

“Pemkot Bandung ini hanya trigger (pemicu) untuk menarik partisipasi masyarakat. Kami bekerja sama dengan pengurus masjid dan gereja agar mereka mencari donatur yang bisa melanjutkan program ini. Kalau sekarang dari Pemkot dulu selama satu tahun, nanti diharapkan DKM atau pengurus gereja bisa mencari donatur sendiri,” ucap Elly.

Selain di masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq, lima lokasi ATM Beras lainnya adalah Masjid An-Nur Kec. Antapani, Masjid Atlas Kec. Kiaracondong, Masjid Al-Ikhlas Kec. Cicendo, Masjid Al-Ftroh Kec. Bandung Kulon, dan Gereja Tabernakel Kec. Cibeunying Kaler.

Setiap bulan Pemkot Bandung mengalokasikan beras untuk disalurkan kepada 75 KK di setiap ATM Beras. Satu KK mendapatkan jatah sebanyak 10 kg beras premium seharga Rp12.000. Dispangtan juga akan menambah 6 unit ATM Beras pada bulan November 2018 mendatang.
“Jadi akan ada 12 ATM Beras pada November sehingga bisa memfasilitasi 900 KK,” tutur Elly.

Dia menambahkan, program ini merupakan salah satu cara Pemkot Bandung untuk mengentaskan kemiskinan. Pemerintah mencatat ada 63.000 KK yang termasuk kelompok warga miskin. Dari jumlah tersebut, sebanyak 52.000 KK sudah mendapatkan bantuan melalui program Bantuan Pangan Non-Tunai dari pemerintah pusat.

“Artinya masih ada sekitar 12 ribu KK yang belum mendapat bantuan. Dengan program ini, setidaknya sudah 1.100 KK bisa ter-cover, alhamdulillah,” kata Elly. (yan)

~ads~

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.