Polri Panggil Panitia Persib Vs Persija

JAKARTA – Pihak Polrestabes Bandung terus menyelidiki kasus supporter The Jak, Haringga Sirla (23), warga Cengkareng, Jakarta Barat, yang tewas dikeroyok saat laga Persib lawan Persija, Minggu (23/9) kemarin.

Menurut Setyo, selain menangkap 16 orang dan 8 orang di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka, polisi juga memanggil panitia penyelenggara pertandingan untuk diperiksa terkait insiden tersebut.

”Sejauh ini kasusnya terus diselidiki. Penetapan tersangka dan pemanggilan panitia dilakukan Polrestabes Bandung,” katanya kepada wartawan, kemarin (25/9).

Setyo juga berpesan kepada masyarakat agar tidak menyebarkan informasi hoaks atau bohong pascakasus tewasnya supporter The Jak tersebut. Setyo mengatakan bahwa Polri akan menindak tegas siapa pun yang menyebarkan hoaks karena bisa memperkeruh suasana.

”Jangan terjadi hoaks-hoaks yang tidak perlu, ini akan kami terlusuri dan nanti kalau ada upaya-upaya membikin onar kami akan lakukan tindakan hukum juga kepada yang menyebarluaskan informasi seperti itu,” ujarnya.

Lebih jauh Setyo menambahkan, Polri telah melakukan pemantauan di media sosial (medsos). Polri telah menemukan adanya imbauan-imbauan yang dapat memperkeruh suasana. ”Saya sudah melihat dari beberapa media sosial jika ada yang mengatakan bahwa mobil dengan plat tertentu jangan melintas,” terangnya.

Menurut Setyo, sebelum keluar izin pertandingan dari kepolisian, pihak Polrestabes Bandung telah berkoordinasi dengan panitia juga kelompok supporter Persib. Salah satu hasil dari pertemuan tersebut adalah panitia menyepakati untuk memasang layar lebar di sekitar stadion.

”Informasinya massa yang hadir ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api saat pertandingan berjumlah tiga kali lipat dari kapasitas stadion yang hanya bisa menampung 38 ribu,” ungkapnya.

Saat pertandingan, petugas gabungan menurunkan 43 ribu personel yang terdiri dari anggota Polrestabes Bandung, Polda Jabar dan TNI. Sejumlah personel tersebut dibagi dalam tiga ring. Di mana setiap ring dijaga 2 kompi petugas per 10 meter.

Sementara itu, ketua panitia penyelanggara pertandingan, Budi Bram membantah pihaknya tidak memenuhi sarana layar lebar di area stadion. Ia mengaku, pihaknya telah memasang 6 layar lebar di area stadion. ”Kita sudah upayakan memasang 6 layar lebar. Cuma dua layar lebar enggak terpasang karena pas mau dipasang ada gas air mata,” kata Budi. (AF/fin)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan