PJU Di Kota Cimahi Masih Minim

79
DOKUMENTASI JABAR EKSPRES
AMANKAN DAERAH RAWAN : Petugas Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Bandung Barat memasang Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di JAlan Kolonel Masturi, Cisarua.

CIMAHI – Warga Kampung Ciputri RW/RW 05/09 Kelurahan Cigugur tengah Kecamatan Cimahi Tengah keluhkan minimnya lampu penerangan jalan didaerahnya.

Mereka mengeluh lantaran salah satu gang yang minim penerangan tersebut kerap dijadikan tempat negatif oleh sekelompok anak anak muda.

Hilman, 33, salah seorang warga menyebutkan, sudah sejak lama pihaknya mengajukan penerangan lampu kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi, namun hingga saat ini belum mendapat respon bahkan, tidak ada tanda-tanda terkait pemasangan lampu.

“Hampir setiap malam, banyak anak muda yang nongkrong sambil mabuk-mabukan. Kami sudah resah,” ujarnya, saat ditemui di lokasi, kemarin (11/3).

Menurutnya, sebenarnya lokasi atau gang yang letaknya tidak jauh dari Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Cigugur tengah merupakan jalan ‘hidup’ karena berada ditengah pemukiman warga yang selalu ramai dilalui dari pagi hingga sore. Namun, bila malam tiba suasana menjadi gelap. Bahkan, warga sekitar pun jika malam hari lebih memilih jalan lain.

’’Saya juga kalau pulang kerja mau mendingan muter daripada lewat gang, soalnya gelap. Padahal kalau lewat gang lebih dekat,’’ ujarnya.

Kamal, 33, seorang warga lainnyan menyayangkan adanya rumah susun di wilayahnya. Sebab keberadaan Rusun tersebut seolah-olah tidak ada manfaatnya. Padahal, posisi gang itu tepat berada di samping rusun.

’’Kalau bisa mah, dari rusun sorot aja lampunya ke arah gang biar nggak terlalu gelap. Kasihan warga yang mau lewat,’’ tuturnya.

Tak hanya itu, ia pun merasa geram dengan perbuatan sekolompok orang yang sering berkumpul di daerahnya itu. Sebab, warga yang hendak melintas gang tersebut menjadi khawatir.

Ia berharap, pihak pemerintah maupun keamanan bisa datang ke lokasi agar, mengetahui ada aktifitas apa saja di gang tersebut. Sehingga, jangan sampai, daerah kami malah dikotori oleh warga luar.

’’Kami sudah pernah menegur tapi, sepertinya tidak tidanggapi, soalnya setelah ada teguran dari keamanan lingkungan, beberapa hari kemudian ada lagi yang datang,’’ tuturnya.

Terpisah, Kepala Bidang Angkutan dan Penerangan Jalan Umum (PJU) Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Endang mengakui, jika cakupan Penerangan Jalan Gang (PJG) untuk melayani 255 Rukun Warga (RW) belum ideal.

’’Total kebutuhan PJG di Kota Cimahi mencapai 9.000 titik. Sekarang sudah terpasang hingga sekitar 5.836 titik atau sekitar 64 persen. Jadi masih perlu sebanyak 3.164 titik, atau kekurangannya 36 persen,” kata Endang.

Untuk itu, lanjutnya, pada 2018 ini, pihaknya menargetkan 2.000 titik PJG terpasang. Dan sisanya ditargetkan selesai tahun 2019. Dalam pengaplikasian di lapangan, lanjut dia pihaknya kerap menemui permasalahan teknis. Seperti lampu padam, terjadinya trip (mcb turun) karena faktor cuaca dan umur komponen lampu.

’’Sebenarnya kami selalu mengantisipasi masalah tersebut dengan melakukan pemeliharaan atas laporan dari warga atau hasil survey petugas PJU,’’ bebernya. (ziz).

~ads~
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.