Perokok Pelajar Mengkhawatirkan

10
TANDA PERINGATAN: Sebuah larangan merokok di dalam ruangan terpampang di sejumlah sudut ruangan intansi. 20 persen pelajar di Jawa Barat merupakan perokok aktif.

BANDUNG – Sebagian besar masyarakat di Jawa Barat merupakan perokok aktif. Bahkan dari data yang diperoleh, sebanyak 20 persen perokok aktif diantaranya ada dikalangan pelajar.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat, Ahmad Hadadi mengatakan perokok di kalangan anak muda khususnya pelajar dari tingkatan SD hingga SMA sudah sangat mengkhawatirkan.

”Buat kami itu sangat prihatin, kita harus melakuan upaya-upaya menyadarkan bahwa yang merokok itu membahayakan untuk kesehatan. Dan ini tugas kami untuk menyadarkan siswa didik untuk tidak merokok,” ucap Hadadi, kemarin (9/11).

ads

Menurut Hadadi, salah satu bentuk pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan keteladan pada siswa bahwa disekolah ataupun diluar sekolah untuk tidak membiasakan tersebut.

Selain itu, dengan mempelajari kandungan dan bahaya merokok, juga harus melihatnya dari kajian agama. ”Kita sosialisasi untuk tidak merokok dari berbagai pandangan kesehatan, agama, etika. Dan itu tidak layak untuk seorang anak remaja sudah merokok,” paparnya.

Untuk itu, dirinya menghimbau kepada guru juga serta orang tua agar dapat memberikan edukasi tentang larangan merokok bagi anak di bawah umur.

”Dan kepada para guru dan juga orang tua untuk menyadarkan serta tidak memberikan contoh yang tidak baik,” tandasnya.

Sementara dilansir dari laman hellosehat.com, berdasarkan dari data Kesehatan Kementerian RI, hampir 80 persen dari total perokok di Indonesia mulai merokok ketika usianya belum mencapai 19 tahun. Kelompok usia yang paling banyak merokok di Indonesia adalah usia 15-19 tahun. Di urutan kedua adalah kelompok usia 10-14 tahun. Padahal, usia tersebut masih tergolong kategori usia anak-anak, saat tubuh masih membutuhkan berbagai hal penunjang untuk membantu memaksimalkan pertumbuhan. Apa saja bahaya yang mungkin terjadi jika seseorang merokok sejak kecil atau di bawah usia 18 tahun?

Kebiasaan merokok diketahui menyebabkan sebanyak 6 juta orang meninggal setiap tahunnya di dunia. Bahkan diperkirakan pada tahun 2030, angka kematian yang disebabkan oleh kebiasaan merokok mencapai 10 juta jiwa setiap tahunnya. Menurut WHO, Indonesia adalah negara ketiga dengan jumlah perokok terbesar di dunia setelah Cina dan India.

Data yang ditemukan dari Riset Kesehatan Dasar Indonesia yang dilakukan pada tahun 2013, menemukan bahwa sebanyak 85 persen rumah tangga di Indonesia terpapar asap rokok. Dari perhitungan ini, diperkirakan sedikitnya ada 25 ribu orang yang meninggal dunia akibat menjadi perokok pasif, sedangkan angka kematian perokok aktif delapan kali lebih besar dari angka tersebut.

Portal itu pun menyebutkan tidak ada manfaatnya sedikit pun dari kebiasaan merokok. Dampak yang ditimbulkan dari merokok seluruhnya adalah dampak buruk, dari segi perekonomian hingga kesehatan. Salah satu penyakit yang paling banyak ditimbulkan akibat kebiasaan merokok adalah kanker paru. Namun, tidak hanya itu saja, hampir semua bagian tubuh seperti jantung, ginjal, pembuluh darah, kesehatan reproduksi, tulang dan otot, paru-paru, serta otak bisa rusak akibat merokok. (aga/ign)

~ads~
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.