Perhatikan Petani di Area Rawan Bencana

33
LAHAN PERTANIAN: Kondisi pertanian di Kecamatan Lembang yang menajdi unggulan Kabupaten Bandung Barat.

NGAMPRAH – Kalangan DPRD Kabupaten Bandung Barat meminta Pemkab Bandung Barat untuk lebih memperhatikan kondisi para petani yang berada di sejumlah daerah rawan bencana. Sebab, kondisi cuaca hujan seperti saat ini, dikhawatirkan akan menjadi ancaman bagi petani dalam memproduksi hasil pertanian mereka.

Wakil Ketua DPRD KBB Sunarya Erawan menuturkan, petani di sejumlah daerah harus menjadi perioritas perhatian pemerintah daerah. Sebab, selain di KBB mayoritas masyarakat merupakan petani, pertanian juga merupakan sektor yang menjadi ikon di KBB.

“Petani harus lebih mendapatkan perhatian dari pemerintah khususnya bagi petani yang tinggal di area rawan bencana,” tegasnya di Padalarang, kemarin.

Baca Juga:  Petani KBB Pertanyakan Janji Pemkab

Dia menuturkan, perhatian tersebut diberikan dengan cara memperbanyak bantuan bibit dan penyuluhan. Menurutnya, bantuan untuk penyuluhan, bantuan bibit pun semua sudah dianggarkan di tahun ini.

’’Sekarang kita tinggal lihat saja, apakah hasil semuanya efektif atau tidak. Namun, yang jelas mau itu petani penggarap dan petani lainnya semua harus menerima manfaatnya,’’kata dia.

Sunarya menambahkan, pemerintah daerah juga harus memperhatikan sejumlah irigasi yang ada di KBB. Perbaikan irigasi menjadi prioritas sebab pada saat kondisi cuaca seperti ini rawan terjadi kerusakan dan longsor.

Baca Juga:  Pancaroba Tidak Ganggu Produksi Sayuran

“Irigasi dan saluran air harus bisa segera ada penanganan. Seperti di pasir angin misalnya, itu kerap bermasalah sehingga harus ada perhatian serius,” katanya.

Memasuki musim hujan saat ini, sejumlah irigasi di Kabupaten Bandung Barat rawan terjadinya longsor. Setidaknya ada tiga irigasi yang rawan akan bencana longsor tersebut.

Ketiganya adalah Irigasi Cidadap di Desa Gununghalu Kecamatan Gununghalu, Irigasi Pasir Angin di Desa Sumurbandung Kecamatan Cipatat dan Irigasi Rajamandala di Desa Cipatat Kecamatan Cipatat.

“Tiga irigasi itu sering terjadi longsor apalagi mau menghadapi musim hujan seperti sekarang,” kata Sunarya. (drx/yan)

Baca Juga:  Akhirnya Polwan Boleh Berjilbab
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here