Pengrajin Busana Muslim Butuh Dukungan

23
PERLU DUKUNGAN: Dua orang pekerja konveksi sedang membuat pola baju busana muslim yang mengikuti tren mode masa kini.

SOREANG – Meski di Kabupaten Bandung banyak terdapat pengrajin konvensi, namun Dinas Perindustrian dan Perdagangan belum sepenuhnya memberikan dorongan kepada para pelaku usaha kecil tersebut.

Ahmad Budiawan, 45, salah satu pengrajin busana muslim di Cicalengka mengaku, saat ini usaha konveksi busana muslim sedang mengalami penurunan omset cukup tajam.

Menurutnya penurunan ini merupakan imbas dari kenaikan bahan baku yang setiap bulannya mengalami kenaikan. Bahkan, untuk operasional saat ini dirasakannya sangat berat. Sebab, tarif dasar listrik mengalami kenaikan juga.

’’ Yang sangat terasa itu kenaikan harga kain yang sangat tergantung oleh fluktuasi dolar,”jelas Ahmad ketika ditemui kemarin. (23/10).

Untuk bertahan ditengah kesulitan agar tetap bertahan dengan jalan menaikan harga jual. Namun, kenaikan ini adakalanya sangat sulit diterima oleh pasar karena banyaknya persaingan dengan perusahaan yang lebih besar.

Menananggapi hal ini, Kepala Dinas Industri dan Perdagangan Kabupaten Bandung mengaklaim selalu melakukan pembinaan kepada pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk, karena salah satu permasalahannya adalah Quality Control (QC) dan juga ukuran.

Bahkan, dia berjanji melalui Kementrian Perdagangan akan mendatangkan desainer ternama untuk memberikan pelatihan kepada mereka.

Menurutnya, pelatihan bersama Kementrian Perdagangan, setiap angkatan dikuti oleh 50 orang pelaku UMKM bidang fashion, dan telah dilaksanakan sebanyak lima angkatan dan telah ada kurang lebih 250 UMKM yang telah mengikuti pelatihan.

’’Mereka yang telah mengikuti pelatihan ini bisa menularkan ilmu pengetahuannya kepada para pelaku UMKM lainnya yang jumlahnya ribuan pelaku usaha,’’jelas Popi.

Popi menambahkan, untuk meningkatkan produktifitas
kawasan UMKM pihaknya telah membentuk kampung-kampung wisata dengan dukungan instansi terkait.

” Wisatawan bisa datang melihat langsung proses produksi. Yah termasuk di kawasan UMKM busana Muslim ini,”ujarnya.

Popi menyebutkan, saat ini ribuan pelaku UMKM tersebar di 31 kecamatan di Kabupaten Bandung. Termasuk para pelaku UMKM yang bergerak dibidang busana Muslim diantaranya banyak tersebar di wilayah Kecamatan Soreang dan sekitarnya.

Selain itu, tersebar di wilayah Kecamatan Cicalengka, Cikancung dan sebagian Rancaekek yang lebih banyak memproduksi kerudung atau hijab.

” Perputaran uang disana sangat besar, setiap UMKM itu perminggunya untuk belanja bahan baku saja tidak kurang dari Rp 50 juta, itu belum ditambah upah pekerja dan lainnya. Itu belum ditambah oleh para pelaku UMKM busana Muslim,” pungkasnya (rus/yan)

~ads~

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.