Pertahankan Kejayaan Local Food

Mengenal Urip Supriadi, Executive Sous Chef Hotel Ibis Styles Bandung Braga

68

MASYARAKAT Indonesia selalu memandang budaya barat seperti Amerika dan Eropa sebagai sesuatu yang wah. Tak sedikit masyarakat Indonesia yang bangga terhadap budaya luar, termasuk kuliner. Akibatnya, beragam masakan western dengan sangat cepat berkembang di Indonesia. Restoran yang menyajikan masakan western pun bisa dengan mudah didapat dimana-mana.

Untuk mempertahankan kejayaan masakan nusantara terutama Sundanese, Executive Sous Chef Hotel Ibis Styles Bandung Braga Chef Urip Supriadi selalu membuat inovasi dan terebosan aneka masakan lokal. Agar mudah diterima masyarakat yang demam kuliner western, Chef Urip mengombinasikan masakan local dengan western.

Dirinya beranggapan, masakan lokal bagi masyarakat Indonesia memang sudah tidak asing. Masyarakat Indonesia cenderung selalu ingin mencoba hal baru yang dianggap lebih modern. Sehingga, agar masakan lokal terutama Sundanese tidak ditinggalkan, harus ada sentuhan berbeda.

”Saya selalu melihat marketnya seperti apa dan guest-nya bagimana. Kalua tamunya orang bule, memang lebih suka makanan lokal. Kalau orang kita (Indonesia), rata-rata lebih ingin western. Makanya saya inovasi, membuat makanan local dengan style modern. Dari segi bumbu juga saya berinovasi, searching dulu,” ujar Chef Urip kepada Jabar Ekspres di Hotel Ibis Styles Bandung Braga belum lama ini.

Lihat Juga:  Shu Xin, Bodyguard Cantik di KTT G20

Menurut dia, untuk meraih simpati harus mengikuti apa yang sekarang booming. Namun, dirinya tetap konsisten berinovasi dan membuat local food menjadi kuliner yang diminati masyarakat.

Pengalaman Chef Urip

Soal masak-memasak, chef yang satu ini memang sudah tidak diragukan lagi. Pengalamannya di dunia kuliner sudah sangat matang. Berawal dari hobinya yang gemar memasak, selepas lulus SMA di tahun 1995, dirinya langsung bekerja di salah satu kedai bakso malang.

Beberaoa bulan berselang, karena menginginkan pengalaman lain, dirinya pun pindah bekerja ke rumah makan khas Sunda, namun hanya menjadi pencuci piring. Tekadnya yang kuat untuk menjadi seorang chef membuatnya belajar memasak di rumah makan tersebut. Dia pun dipindahkan ke kitchen karena dianggap memiliki bakat yang besar.

Dari situ, karirnya terus menanjak ketika ada FBM Hyatt Regency menawarkannya bekerja. Dia akhirnya pindah ke Hyat Regency menjad cook helper. Di sana, dirinya mulai mengenal dunia perhotelan.

Untuk mengembangkan karirnya, dia pindah dari satu hotel ke hotel lain. Selama berkecimpung di dunia kuliner, dirinya pernah berkali-kali masuk dan keluar di beberaoa hotel. Di antaranya, Gumilang Regency, Amarossa Bekasi, Ibis Trans Studio Bandung, Ibis Sunter, dan terakhir di Ibis Styles Bandung Braga.

Lihat Juga:  Tyas Mirasih Kesal Akunnya Dipakai untuk Nipu

” Saya pun pernah menjadi konsultan beberapa hotel di Bandung. Lalu mengembangkan dunia kuliner local food dengan membuka restoran di rumah,” ujar chef yang pernah membawa masakan Sunda ke New York ini. (adv/fik)

Soal masak-memasak, chef yang satu ini memang sudah tidak diragukan lagi. Pen­galamannya di dunia kuli­ner sudah sangat matang. Berawal dari hobinya yang gemar memasak, selepas lulus SMA di tahun 1995, dirinya langsung be­kerja di salah satu kedai bakso malang.

Beberaoa bulan berselang, karena menginginkan pen­galaman lain, diri­nya pun pin­dah bekerja ke rumah makan khas Sunda, namun hanya menjadi pencuci piring. Tekadnya yang kuat untuk menjadi seorang chef mem­buatnya belajar memasak di rumah ma­kan terse­but. Dia pun dipindahkan ke kitchen karena dianggap memiliki bakat yang besar.

Dari situ, karirnya terus menanjak ketika ada FBM Hyatt Regency menawarkan­nya bekerja. Dia akhirnya pindah ke Hyat Regency menjad cook helper. Di sana, dirinya mulai menge­nal dunia perhotelan.

Lihat Juga:  Gagal Casting, tapi Malah Bikin Silento Kepincut

Untuk mengembangkan karirnya, dia pindah dari satu hotel ke hotel lain. Se­lama berkecimpung di du­nia kuliner, dirinya pernah berkali-kali masuk dan keluar di beberaoa hotel. Di antaranya, Gumilang Regency, Amarossa Bekasi, Ibis Trans Studio Bandung, Ibis Sunter, dan terakhir di Ibis Styles Bandung Braga.

” Saya pun pernah men­jadi konsultan beberapa hotel di Bandung. Lalu mengembangkan dunia kuliner local food dengan membuka restoran di ru­mah,” ujar chef yang pernah membawa masakan Sunda ke New York ini. (adv/fik)

BIODATA

Name                      : Urip Supriadi
Permanent Address  : Sarijadi Blok 12 no 76 Bandung
Telephone                : 081910324439
Current Address       : Sarijadi Blok 12 no 76 Bandung

Email address          : saungmangurip.production@yahoo.co.id
Date of Birth            : 22 August 1979
Family Status           : married Age of Children : 3
Nationality               : Indonesia

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.