465

Pelaku UMKM di Floating Market dapat Suntikan Modal

JALIN KERJA SAMA: Kepala Cabang Bjb Padalarang, Betty Rahmawati (tengah) saat bersalaman dengan Dirut PT Perisai Utama, Andrian Tristianto di Lembang.

NGAMPRAH– Sejumlah pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang berjualan di objek wisata Floating Market Lembang mendapatkan bantuan modal melalui program kredit usaha rakyat (KUR). Bantuan tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU antara PT Perisai Utama selaku perusahaan yang mengelola wisata Floating Market dengan Bjb wilayah Padalarang, Selasa (4/12), Tentang Pengelolaan Penyaluran KUR.

Salah seorang pelaku UMKM yang berjualan di wisata Floating Market, Widaningsih,50, mengaku senang dengan program KUR untuk membantu para pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya. “Di Floating ini saya punya dua tenant untuk berjualan rujak dan lotek. Alhamdulillah dengan adanya program KUR sangat membantu untuk mengembangkan usaha karena dapat tambahan modal,” katanya.

Dirinya yang sudah berjualan sejak 2012 lalu mengaku, pendapatan di Floating Market cukup memuaskan lantaran banyaknya pembeli, terutama pada akhir pekan dan momen liburan panjang. Tanpa menyebutkan jumlah omset yang diraih setiap bulan, dirinya mengaku akan mengajukan pinjaman modal melalui program KUR ini sebesar Rp 25 juta. “Untuk cicilannya Rp 1,5 juta setiap bulan dengan jangka waktu 1 tahun. Bunganya tidak tinggi sehingga tidak memberatkan para pedagang seperti saya ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Bjb Padalarang, Betty Rahmawati menyebutkan, kerja sama yang dibangun dengan objek wisata dalam penyaluran KUR baru pertama kalinya bersama PT Perisai Utama. Pada dasarnya, Bjb sangat mendukung untuk menyukseskan program KUR sesuai program yang dicanangkan oleh pemerintah khususnya di wilayah Jabar.

“Alasan kami menjalin kerja sama dengan PT Perisai Utama karena memang pelaku UMKM di sini cukup banyak ada 150 pelaku UMKM. Untuk perjanjian kerja sama (PKS) kita laksanakan selama 2 tahun dengan jangka waktu kredit selama 1 tahun. Untuk hari ini saja, kami sudah menyalurkan sebesar Rp 70 juta bagi 6 pelaku UMKM. Ke depan kami terus akan memberikan bantuan bagi pelaku UMKM lainnya di Floating Market,” kata Betty seraya menyebutkan KUR yang disalurkan mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 25 juta.

Dia mengungkapkan, penyaluran program KUR di tahun ini, khususnya sampai bulan ini mencapai Rp 3,1 miliar dengan jumlah 27 pelaku UMKM. “Untuk di Floating Market ini memang masih banyak yang belum terakomodir karena baru kita lakukan kerja sama hari ini. Sambil berjalan kami terus mendata sejumlah persyaratan yang diajukan, sebab sejumlah persyaratan juga menjadi hal yang harus dipenuhi seperti melihat jenis usaha serta kemampuan membayar,” terangnya.

Terpisah, Direktur Utama PT Perisai Utama, Andrian Tristianto mengungkapkan, objek wisata Floating Market kebanyakan diisi oleh para pelaku UMKM dengan mendirikan tenant-tenant. “Melalui kerja sama dengan Bjb, tentu bantuan modal bagi pelaku UMKM di sini sangat membantu mereka dalam mengembangkan usahanya,” ungkapnya.

Sebelum melakukan kerja sama ini, sebut dia, piihaknya juga sudah mendata berapa potensi omset yang dihasilkan pelaku UMKM di sini. Hal itu dilakukan agar mereka yang mendapatkan pinjaman modal bisa dengan mudah membayar cicilan setiap bulannya. “Potensi mereka setiap bulan lumayan bagus dan saya kira mampu untuk membayar cicilannya. Harapan kita, para pelaku UMKM ini bisa terus mnegembangkan usahanya melalui bantuan modal,” ujarnya.

Untuk memudahkan para pelaku UMKM mendapatkan pinjaman modal, pihaknya siap membantu persyaratan yang dibutuhkan oleh pihak Bjb. “Sebelumnya sudah kami sosialisasikan juga kepada pelaku UMKM soal persyaratan. Kerja sama kali ini untuk tahap awal dan ke depan kami ingin melakukan hal sama di lokasi wisata lainnya di bawah perusahaan ini (PT Perisai Utama),” pungkasnya. (drx)

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.