Pedagang PAB Kekeuh Minta Dilantai Dasar

70
TUNTUT KEADILAN: Para Pedagang Pasar Atas Barokah Cimahi menginginkan lapak jualan di lantai dasar.

CIMAHI – Puluhan pedagang Pasar Atas Barokah (PAB) datangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cimahi. Kedatangan mereka (para pedagang) mempertanyakan kelanjutan pembangunan PAB dan meminta para pedagang disatukan dalam satu hamparan dilantai satu.

Ketua Persatuan Pedagang Pasar Atas, Nurul Ain mengatakan, tuntuan pedagang dalam mediasi kali ini adalah mendesak Pemkot Cimahi segera menyelesaikan pembangunan PAB yang sudah mangkrak hampir dua tahun.

“Kita para pedagang korban kebakaran menuntut segara dilanjutkan pembangunan. Tadi allhamdulilah katanya akan selesai tahun 2018,” katanya, usai audensi di Gedung DPRD Kota Cimahi, kemarin (11/4).

ads

Menurutnya, para pedagang menuntut disatukan dalam satu hamparan yang berlokasi di lantai dasar. Sebab. menurut Nurul, sebelumnya saat pedagang ditempatkan di lantai satu tak sedikit pedagang yang gulung tikar.

“Di lantai dasar semua, mobilitas pedagang maupun konsumen akan mudah. Sekarang ada di lantai 1 (satu) sepi total. Sebagian yang jualan di lantai 1 (satu) sudah bangkrut,” ujarnya.

Nurul berharap, semua keinginan para pedagang dapat diakomodir oleh pemerintah. Mudah-mudahan bisa berubah perencanaan dari Pemkotnya.

Menanggapi keinginan pedagang, Kepala Disdagkoperind Kota Cimahi Adet Chandra menjelaskan, berdasarkan perencanaan terakhir, pihaknya akan menempatkan 423 pedagang pada lantai satu. Sebab lantai dasar akan digunakan untuk terminal dan kantor.

“Agak susah juga jika pedagang tetap pada keinginannya,” ucapnya.

Sementara, jika keinginan para pedagang ini diakomodir, menurut Adet maka akan terjadi perubahan dari rencana awal. Sehingga, akan berdampak pada penyelesaian pembagunan pasar yang harus mundur dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

“Akan berpengaruh terhadap perubahan anggaran. Semuanya harus dari awal lagi,” sebutnya.

Terkait lanjutan pembangunan, Adet mengaku, saat ini baru akan memasuki proses lelang akhir April ini. Dengan estimasi Anggaran yang dibutuhkan untuk menyelesaikan PAB sendiri mencapai Rp 57 miliar yang akan diambil dari APBD Kota Cimahi. “Anggaran sebesar itu sudah sampai selesai,” tandasnya.

Namun pertemuan yang dihadiri Ketua DPRD Kota Cimahi Achmad Gunawan, harus mengalami penundaan karena belum ada kesepakatan antara pihak pemerintah dan para pedagang.

Untuk diketahui pembangunan PAB dimulai sejak Oktober 2016. Hingga akhir tahun 2016, sesuai kontrak dengan, pembangunan diklaim sudah mencapai 30 persen dengan menghabiskan anggaran Rp 8 miliar dari pinjaman swasta. Namun setelah itu, pembangunan lanjutan selalu mandeg dan tidak pernah direalisasikan lagi.

Pemerintah Kota Cimahi selalu berkutat dengan review perencanaan terbaru. Bahkan, setelah sebelumnya Pemkot Cimahi fokus menggunakan pinjaman swasta, kini anggaran pun berpaling akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cimahi.(ziz/yan)

~ads~
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.