Pedagang Ayam Keluhkan Sepi Pembeli

Harga Naik, Daya Beli turun

59
LAKUKAN INSPEKSI: Wali Kota Cimahi Ajay M. Supriatna (kiri) mengunjungi pasar Cimindi dan menanyakan kepada pedagang mengenai kenaikan harga daging ayam saat Ramadan.

CIMAHI – Semenjaak kenaikan harga daging ayam potong mencapai Rp 42 ribu sejumlah pedagang di pasar Cimindi mengeluhkan sepinya pembeli, sehingga omset penjualan mengalami penurunan.

Wahyu Yuhana, 43, salah seorang pedagang ayam potong mengatakan, kenaikkan harga ayam potong tidak sebanding dengan permintaan konsumen. Harga ayam saat ini per kilogramnya mencapai Rp 42 ribu dari awalnya Rp 38 ribu. Kenaikkan sudah terjadi sejak dua atau tiga hari lalu.

“Tahun sekarang mah agak kurang. Banyak barang numpuk, konsumen sedikit, distribusi lancar tapi harga tetap mahal,” katanya di Pasar Cimindi, kemarin (16/5).

Biasanya kenaikkan terjadi bila permintaan cukup tinggi, dan barang sulit. Namun, pada kenyataannya permintaan dari pembeli kurang, harga tetap melambung tinggi.

Wahyu mengaku, tahun ini hanya menyediakan ayam potong hingga tiga kuintal saja. Bahkan stok daging yang dijual ini belum tentu habis pada hari itu.

“Kalau tahun lalu, setiap jelang Ramadan saya nyetok hingga lima kuintal dan itu selalu habis. Masalah kenaikan biasanya langsung dari distributor,” ujarnya.

Selain ayam potong, kenaikkan harga juga terjadi di komoditas lainnya, seperti telur ayam mengalami kenaikan sebesar Rp 4 ribu per kilogram. Bahkan, saat ini harganya mencapai Rp 26 ribu per kilogram, awalnya Rp 22 ribu.
Menanggapi kenaikan ini, Wali Kota Cimahi, Ajay M. Priatna mengatakan, harga komoditas naik tidak jauh beda dengan tahun sebelumnya, seperti daging ayam, daging sapi, dan telur. Kendati mengalami kenaikan, tapi semuanya masih dalam tahap wajar.

“Ada beberapa komoditi naik (harga). Sepertinya memang ritual tahunan,” kata dia.

Sementara soal mengeluhnya pedagang ayam mengenai minimnya daya beli masyarakat, menurutnya itu dikarenakan pedagang ayam di Pasar Cimindi banyak.

Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga, pihaknya akan menggelar operasi pasar pada 5,6 dan 7 Mei 2018 untuk mengendalikan harga komoditas di Pasar.

“Tidak besar juga penurunan daya belinya. Memang jika dibandingkan tahun kemarin turun. Selain itu, pedagang ayam di sini banyak sampai 30 kios lebih,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana mengatakan, tim Satgas Pangan Polres Cimahi terus akan melakukan pengawasan. Jika terbukti ada permainan pasar atau penimbunan, akan langsung ditindak.

“Laporan (penimbunan) belum. Tapi Satgas pangan terus memantau,” kata Rusdy.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya lebih mengedepankan upaya preventif dengan melakukan pengecekan, seperti ketersediaan beras. Tim satgas pangan sudah mengecek ke Bulog, dan masih cukup sampai Lebaran Idul Fitri.

Pihaknya mengimbau, kepada para distributor untuk tidak melakukan penimbunan yang berimbas naiknya harga komoditas. Jika terbukti ada penimbunan, pihaknya tidak segan-segan untuk melakukan penindakan.

“Memang masih wajar, tapi tim Satgas Pangan Polres Cimahi terus akan melakukan pengawasan. Jika terbukti ada permainan pasar atau penimbunan, akan langsung ditindak,’’kata Rusdy (ziz/yan)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.