Pasangan DM4Jabar Pastikan Tidak Ada Politik Balas Budi ala Sponsor

93
ISTIMEWA
PAPARKAN PROGRAM: Calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat pasangan nomor urut 4 Deddy Mizwar dan Dedy Mulyadi memaparkan program saat debat kandidat di Gedung Sabuga Bandung, Senin (12/3).

BANDUNG – Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan pasangan DM4Jabar tidak melakukan politik balas budi kepada sponsor. Terlebih, tidak ada sponsor politik yang membiayai kegiatan kampanye pasangan calon ini.

Hal itu disampaikan dalam acara debat kandidat Pilgub Jabar di Sasana Budaya Ganesha, Kota Bandung, Senin (12/3) malam.

Mantan Bupati Purwakarta dua periode tersebut mengatakan politik balas budi sangat bisa dihindari. Caranya, dengan tidak melibatkan peran swasta yang memiliki kepentingan politik terhadap daerah Jawa Barat.

“Kita bisa menjauhi politik balas budi asal dalam proses politik, jangan melibatkan peran swasta. Kita tidak boleh mengajak sponsor yang memiliki kepentingan terhadap wilayah Jawa Barat,” katanya.

Menurut Dedi Mulyadi, seorang pejabat publik harus berangkat dari proses kaderisasi politik dan sosial baik di internal kader maupun masyarakat. Hal ini agar, saat nanti menjabat, dirinya tidak tersandera oleh kepentingan lain selain kepentingan masyarakatnya.

“Kalau seorang pejabat itu berangkat dari soliditas relawan dan kader, maka kita bekerja untuk kemajuan masyarakat. Ini berbeda halnya dengan seseorang yang maju dalam kontestasi politik atas keinginan sponsor. Tentu saat menjabat, akan ikut kepentingan sponsor,” ujarnya.

Program prorakyat menurut dia, akan terganggu efektivitasnya saat tangan-tangan jahil sponsor mulai bermain. Bahkan, keberlangsungan program tidak akan menuai kesuksesan ketika didasarkan pada asas hutang budi.

“Aplikasi atau sistem online memang akan bermanfaat. Tetapi, apabila kita memiliki hutang budi kepada pihak berkepentingan, semua itu akan percuma” tegasnya.

Pasangan DM4Jabar yang dihuni oleh Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi memang bukan pasangan bonafid secara finansial. Hal ini terbukti dari dana awal kampanye yang mereka laporkan ke KPU Jawa Barat yakni sebesar Rp750 Juta saja. (and)

~ads~

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.