PAN Beri Sinyal 2DM

Kemungkinan Tak Gabung Koalisi PKS-Gerindra

49
TEMUI DEMIZ: Ketum PAN Zulkifli Hasan (kanan) saat menemui Deddy Mizwar (kiri) di The Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, kemarin (4/1). Meski demikian, hingga saat ini belum diketahui pasti dukungan PAN kepada Deddy Mizwar atau pun koalisinya.

Bandung – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menyambangi Kota Bandung untuk bertemu Deddy Mizwar. Mereka berdua membahas beberapa hal terkait perkembangan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018.

Diakui Zulkifli, dirinya sangat mengharapkan Deddy Mizwar bisa maju dalam kontestasi Pilgub Jawa Barat mendatang. Sebab, Deddy Mizwar dinilai sebagai pemimpin yang tulus dan ikhlas.

”Bagaimana koalisi, kemungkinan siap. Kemudian partai-partai bagaimana dan jumlah kursi, karena saya berharap betul kang Deddy tetep bisa running,” kata Zulkifli di Bandung kemarin (4/1).

Dikatakan dia, sebetulnya PAN pada awalnya mendukung Deddy Mizwar berdampingan dengan Ahmad Syaikhu untuk maju pada Pilgub Jawa Barat. Namun seiring dinamika politik yang ada keputusan tersebut berubah. ”Ternyata kan politik ini dinamis, ada pembicaraan-pembicaraan tapi finalisasinya belum,” kata dia lagi.

Terkait dukungan PAN kepada Deddy Mizwar jika berpasangan dengan Dedi Mulyadi, Zulkifli masih meminta waktu. Sebab, politik bukanlah ilmu pasti yang bisa ditetapkan begitu saja.

”Pilkada ini bukan satu sama satu jadi dua, bisa berubah. Kemarin tiba-tiba Ridwan Kamil ke Jakarta ke tempat PDIP, nanti bagaimana PKB, PPP bisa berubah. Oleh karena itu kami menunggu dua hari tiga hari,” urainya.

Sementara itu, Cagub/Cawagub Jawa Barat Deddy Mizwar menambahkan, dalam pertemuan tersebut juga dianggap sebagai lampu hijau dari PAN. Sebab, diketahui selama ini PAN belum bersepakat dengan Gerindra dan PKS di Jawa Barat.

”Saya tadi menyampaikan kondisi saya sebagai kader Demokrat dengan partai-partai yang udah komunikasi termasuk PAN,” ujar Demiz sapaan Deddy Mizwar.

Dia mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut juga membahas mengenai kemungkinan-kemungkinan adanya koalisi dengan partai lain yang akan mendukung dirinya pada Pilgub Jawa Barat.

Meski memberi respon positif terkait 2DM: Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi, namun menurutnya Zulkifli masih memiliki pertimbangan dan meminta waktu untuk memutuskan. ”Respon Zul positif. Jadi tidak masalah dengan 2DM. Dia minta waktu satu sampai dua hari untuk putuskan, yang konkretnya itu, biar gak ngambang,” paparnya.

Di sisi lain, langkah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mencabut dukungan bakal calon gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menuai polemik baru bagi para pendukung Deddy Mizwar. Bahkan, ungkapan kekecewaan terhadap PKS di dunia maya banya dilontarkan oleh berbagai kalangan di media sosial.

Menyikapi hal ini Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Jawa Barat, Irfan Suryanegara menilai, PKS seharusnya paham dalam mengambil sikap. Sebab, selama ini kesepahaman sudah terjalin sangat harmonis di tingkat daerah. Namun, karena ada keputusan darurat dari DPP hubungan yang sudah dijalin sangat erat dirusak oleh orang-orang yang tidak paham dengan kebutuhan politik di Jawa Barat.

’’Seharusnya petinggi-petinggi PKS di Jakarta harus bisa melihat bahwa kami di Jawa Barat. Antara Demokrat dan PKS sangat guyub dan tidak pernah ada masalah apapun,’’ jelas Irfan ketika ditemui di Gedung DPRD kemarin (4/1).

Kendati demikian, dia sangat menghormati langkah dadakan PKS mencabut dukungan dari kadernya. Bahkan, Demokrat mendoakan figur yang didukung PKS yaitu Mayjend (Purn) Sudrajat-Ahmad Syaikhu mampu meramaikan Pilgub Jabar.

”Bahkan ketika PKS meninggalkan kesepakatan yang telah kami buat di provinsi. Kami mendoakan semoga pasangan ini bisa mewarnai percaturan Pilkada di Jawa Barat,” tuturnya.

Dia menyatakan, sikap Hidayat Nur Wahid berkicau di media sosial mengungkapkan adanya fakta integritas Deddy Mizwar dengan Demokrat, seharusnya tidak diumbar ke publik karena hal tersebut menyangkut pada ranah etika politik.

Irfan mengaku, terkejut ketika petinggi PKS tiba-tiba menyatakan Demiz tidak didukung karena fakta integritas. Padahal, kalau ingin mengatakan hal itu cukup bilang bahwa PKS tidak lagi bersama Deddy Mizwar karena ada yang lebih yaitu Sudrajat. ’’Ini yang seharusnya diucapkan oleh para petinggi PKS,” kata Irfan.

Dia memandang, pernyataan yang diusapkan oleh petinggi PKS di sosial media sama saja memicu terjadinya ketidak harmonisan antar partai.  (mg1/yan/rie)

~ads~

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.