Pakan Ayam Jadi Sebab Kenaikan Telur

62
Pakan Ayam Jadi Sebab Kenaikan Telur
MEMILIH YANG TERBAIK: Beberapa pembeli sedang memilah telur curah yang tersedia di swalayan yang ada di Kota Bandung.

BANDUNG – Pasca Lebaran 2018 harga telur ayam di Kota Bandung kembali mengalami kenaikan. Harga telur ayam yang dijual di sejumlah pasar tradisional di Kota Bandung mencapai Rp.28.000 sampai Rp.29.000 per-kilogram.

Kenaikan tersebut terjadi dibeberapa pasar tradisional yang ada di Kota Bandung, di antaranya Pasar Kiaracondong, Pasar Sederhana, Pasar Kosambi, Pasar Baru, Pasar Ancol, Pasar Palasari, Pasar Ciwastra dan Pasar Ujung Berung.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Bandung, Eric M Attaurik mengatakan, kenaikan harga tersebut terjadi sejak hari Selasa (10/07). Dibanding pekan sebelumnya, kenaikan telur di sejumlah pasar tradisional yang ada di Kota Bandung terbilang signifikan.

Menurutnya, harga telur yang mengalami kenaikan tersebut disebabkan karena lonjakan harga dari pemasok. Terlebih, pihaknya juga mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian (Distan) Kota Bandung yang menemukan indikasi kenaikan tersebut disebabkan terjadi mulai dari peternak.

“Di peternak ternyata terjadi kenaikan, yang disebabkan karena harga pakan dan obat yang mengalami kenaikan,” kata Eric di Bandung (12/07).

Pasca libur panjang Lebaran 2018, kata Eric, telur menjadi komoditas yang masih diburu masyarakat. Dirinya menilai hal tersebut memicu terjadinya kenaikan harga di pasaran. Selain itu, faktor cuaca dingin beberapa waktu terakhir juga diduga menjadi pemicu peningkatan biaya produksi.

“Beberapa wilayah mengalami cuaca dingin. Sehingga harga produksi bertambah, karena harus ada penambahan untuk penghangat,” kata dia.

Eric mengungkapkan, meningkatnya harga pakan dan obat-obatan untuk pembesaran Day Old Chicken (DOC) sangat berpengaruh terhadap kenaikan tersebut. Pihaknya telah melaporkan pada Disperindag Jawa Barat dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk kemudian ditindaklanjuti.

“Yang kita pelajari adalah dampak dari nilai tukar dolar, karena sejumlah pakan diimpor,” kata dia.

Harga yang terus meningkat ini terus menghantui para penjual dan pembeli kelas menengah ke bawah. Adapun komoditas yang naik yakni telur ayam dan daging ayam.

Hj. Endik sebagai penjual di pasar Kiaracondong membenarkan adanya kenaikan harga pada telur ayam. Tidak tanggung-tanggung, harga telur langsung melonjak tinggi.

“Iya harga telur teh terus naik, sekarang dijualnya Rp 28.000 per kilogram,” kata Endik di Pasar Kiaracondong, Bandung, Kamis (12/7).

Namun harga tersebut tidak pasti per harinya. Menurutnya, kemarin (11/7) harga mencapai Rp 29.000 per kilogram. Walauoun turun, seribu harga tetap tinggi karena harga normal telur ayam di pasar yakni Rp 22.000 – Rp. 24.000 per kilogramnya.

“Harga telur naik sudah tiga hari lalu di sini. Tapi pedagang mah enggak tahu naik karena apa. Ada yang bilang sih karena stoknya berkurang jadi ke pedagang kecil pun dikurangi juga. Padahal yang beli banyak,” jelasnya.(mg1/jp/yan)

~ads~
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.