Optimistis Hadapi Persaingan Industri Perhotelan

36

MEMASUKI 2018, industri pariwisata Indonesia semakin tumbuh dan berkembang. Keberadaan hotel pun tidak bisa dipisahkan dari sektor pariwisata karena menjadi kebutuhan wisatawan saat pelesiran.

Seiring berkembangnya potensi wisata di tanah air, industri perhotelan pun turut terdongkrak. Namun, terjadi kekhawatiran sebagian pelaku industri perhotelan terhadap ketimpangan antara jumlah kunjungan dan kamar yang tidak sesusai.

Menyikapi hal tersebut, Director of Sales and Marketing The Luxton Hotel Hani Pramudyawati mengaku tetap optimistis bisa mempertahankan tingkat hunian (okupansi) hotelnya. Menurut dia, permintaan kamar maupun meeting, incentice, convention dan exhibitions (MICE) dari tahun ke tahun masih cukup tinggi.

Baca Juga:  Dinkes Jabar Turunkan Angka Pecandu Rokok

”Saya tetap optimistis melihat 2018 ini. MICE berkembang di 2017 menunjukkan indikasi yang bagus dari 2016. Begitu pun di 2018 ini saya percaya akan terus berkembang dengan baik,” ujar Hani kepada Jabar Ekspres di Colony Corner, Jalan Sumatera, belum lama ini.

Meski demikian, dirinya pun tetap berjuang untuk meningkatkan okupansi di tengah persaingan yang semakin ketat. Menurutnya, jumlah wisatawan ke Kota Bandung terus meningkat dibarengi jumlah kamar yang meningkat menunjukkan adanya share ke beberapa hotel baru.

Saat ditanya strategi untuk meningkatkan bisnisnya, dirinya mengaku terus memperbaiki pelayanan. Dia mengatakan, banyak hotel di Bandung yang banting harga untuk menarik konsumen. Namun, fasilitas dan layanan malah diturunkan.

Baca Juga:  5 Sekolah Beradu Kreativitas

”Kami hotel bintang empat, maka memberlakukan tarif kamar sesuai bintang. Kami tidak panik ikut-ikutan membanting harga menjadi lebih murah tapi malah kualitasnya menurun. Karena harga menunjukkan kualitas kita, jadi kualitas kita pertahankan,” ujar Hani. (fik)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here