Nunggak Rp 600 Ribu Ijazah di Tahan

99
TERLIHAT LENGANG: Sekolah Mutiara Sandi di Kecamatan Baleendah terlihat agak sepi dari kegiatan siswa karena sedang melakukan ujian.

BALEENDAH – Hanya gara-gara menunggak sebesar Rp 600 ribu Mira Sentia harus rela kehilangan tanda kelulusan setelah menempuh pendidikan di SMP Mutiara Sandi.

Mira tidak mendapatkan ijazah setelah menunggak pembayaran uang sekolah. Padahal, sebelumnya orang tua Mira sudah mengajukan permohonan agar diberikan keringanan pembayaran.

Mira yang telah lulus sejak 2014 lalu ini, akhirnya terpaksa tidak bisa melanjutkan sekolah ketingkat lebih tinggi. Sebab, sampai sekarang Ijazah tersebut masih dikuasai pihak sekolah.

’’ Pengennya sih Mira biar sampe SMA, malah keinginannya ke perguruan tinggi tapi kami orang miskin pa, enggak punya uang,’’kata orang tua Mira.

Melihat kondisi Mira saat ini dia mengaku sangat sedih melihat anaknya tidak bersekolah. Sebab, orang tua Mira kesehariannya hanya berprofesi sebagai buruh lepas dengan penghasilan tidak menentu.

“Sudah mencoba komunikasi dengan memohon, ya terpaksa kami pulang tidak bisa mendapatkan ijasah, yang berada disekolah bertahun tahun,” keluhnya

Untuk itu dia meminta kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung agar bisa membantu Mira untuk mendapatkan Ijazah agar bisa melanjutkan sekolah
“Kalau cari kerja tanpa memiliki ijasah susah, ya terpaksa anak kami tinggal di rumah bantu bantu ibunya,” ucap dia.

Sementara itu ketika dikonfirmasi Wakil Kepala Sekolah SMP Mutiara Sandi Bidang Kurikulum Trisna membenarkan bahwa Ijazah Atas nama Mira belum bisa diberikan.

“Ya benar Ijazah Mutia Santia masih ada sekolah, karena orang tuanya belum ke sekolah untuk menyelesaikan tunggakannya,’’kata dia.

Dirinya mengatakan, pihak sekolah selama ini telah memberikan keringanan kepada orang tua Mira agar tetap bisa melanjutkan sekolah sampai lulus. Tetapi, ketika diminta tanggung jawab untuk membayar kewajiban administrasi orang tua Mira sampai sekarang belum membayar.

’’Sekolah kami kan swasta, sehingga administrasi sangat dibutuhkan untuk membayar tenaga pendidik, operasional dan lainnya,’’ucap Trisna. (rus/yan)

~ads~
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.