Merapat ke Liga Malam Jumat

32
Antonio Conte

LONDON – Upaya Chelsea menembus posisi empat besar dan berlaga di Liga Champions musim depan semakin berat.  Ini seiring hasil imbang 1-1 (1-0) saat menjamu West Ham United di Stamford Bridge Minggu malam lalu (8/4).  Dengan enam pekan tersisa dan masih tertinggal sepuluh poin dari tim peringkat keempat (Tottenham Hotspur), Antonio Conte pun mulai lempar handuk. Arsitek Chelsea ini meminta fans untuk menerima kenyataan, bahwa musim depan tim mereka hanya bisa bermain di liga malam Jumat alias Europa League.

”Saya pikir untuk klub seperti Chelsea, sangat penting untuk bisa berkompetisi di Liga Champions setiap musimnya. Kali ini, kita harus realistis untuk memahami kondisi yang ada di depan kita,” kata Conte seperti dikutip ESPN.

Conte mengaku kalau dia sudah bosan meminta pemainnya agar lebih kejam di sepertiga area lawan. Penyelesaian akhir yang buruk plus kegesitan kiper West Ham Joe Hart, menjadi penyebab kegagalan Chelsea meraih tiga poin.  Total, Chelsea melepaskan 23 tembakan ke gawang West Ham. Eden Hazard dan Willian menjadi pemain yang paling sering meneror Hart.  Keduanya sama-sama melepaskan lima kali tembakan.  Lalu, disusul Alvaro Morata dengan tiga tembakan.  Namun, bukan Hazard, Willian atau Morata yang bisa menaklukkan Hart.  Gol justru lahir dari kaki Cesar Azpilicueta (36′). West akhirnya bisa memaksakan hasil seri melalui Javier ”Chicharito” Hernandez (73′).

“Pertandingan ini seolah mendeskripsikan performa kami musim ini. Kami menjalani pertandingan dengan mengontrol lawan, membuat banyak peluang gol, namun tidak bisa menyelesaikan kans dan memanfaatkan keunggulan yang dimiliki,” keluh Conte merujuk total 23 tembakan yang dilakukan pemainnya dan hanya menghasilkan satu gol. Sebaliknya West Ham hanya membuat lima tembakan ke gawang Thibaut Courtois. Empat diantaranya dilakukan Marko Arnautovic dan satu oleh Javier ‘Chicharito’ Hernandez. Cuma dari kelima peluang itu satu jadi gol.

“Saya sangat frustrasi. Saya berharap pemain-pemain saya pulang ke rumah masing-masing dengan membawa rasa frustrasi mereka,” ujar mantan pelatih Juventus dan timnas Italia itu. “Dengan jalan ini kami punya mentalitas yang tepat,” timpalnya.

Keluhan juga disampaikan bek Chelsea Antonio Ruediger. Padahal, menurut Ruediger, tak ada masalah dengan internal maupun spirit bertanding setiap pekannya.

“Seharusnya kami bisa lebih baik dan mempertahankan kemenangan. Di laga ini kami seperti memberikan lawan hadiah satu poin secara cuma-cuma,” kecam Ruediger kepada Sky Sports kemarin. (dra/bas/ign)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here