Menyisakan Polemik di Kalangan Pengusaha

148

NGAMPRAH– Sejumlah pemilik wisata di Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat menyayangkan penggantian nama Jalan Tangkubanparahu dengan nama Jalan Ir. Soekarno. Selain minim sosialisasi, nama Jalan Tangkubanparahu dinilai sebagai ikon daerah dan mewakili kearifan budaya lokal yang identik dengan keberadaan Gunung Tangkubanparahu di kawasan Lembang.

“Justru kami kaget dengan adanya perubahan nama Jalan Tangkubanparahu ini. Apalagi sosialisasinya kepada kami dan juga masyarakat di sekitar sini tidak ada, padahal jalan Tangkubanparahu itu sudah melegenda,” kata Direktur Utama Graha Rani Putra Persada (GRPP) selaku pengelola objek wisata TWA Gunung Tangkubanparahu, Putra Kaban kemarin.

Dia menilai, Jalan Tangkubanparahu sudah menjadi ikon dan ciri khas Lembang bahkan Jawa Barat. Oleh sebab itu dirinya meminta sebaiknya kebijakan pergantian nama ini dikomunikasikan kembali ke masyarakat serta dikaji ulang.

Jangan sampai kebijakan yang dipaksakan membuat blunder apalagi ini menyangkut institusi pemerintahan. Sebab tujuan yang baik bisa menjadi tidak baik ketika penyampaiannya tidak tepat. “Kalau dari aspek geografis jelas nama Jalan Tangkubanparahu lebih mudah diingat karena memang di sini kan kawasan Gunung Tangkubanparahu. Ya, semoga saja kebijakan ini bukan kebijakan politis yang dipaksakan,” kata dia.

Pelaku usaha lainnya yang juga pengelola Wisata Alam Grafika Cikole Lembang, Eko Suprianto mengaku, dampak dari perubahan nama jalan ini tentu cukup merepotkan. Sebab dirinya harus mengubah alamat usahanya yang merembet ke mana-mana, seperti brosur atau pamplet yang sudah tercetak. Hal ini tidak mudah mengingat tempat usahanya sudah sangat identik dengan nama Jalan Tangkubanparahu. “Nama Jalan Tangkubanparahu tentu mudah diingat dan secara bisnis lebih marketable. Ya, saya berharap nama lama dipertahankan saja tidak diganti,” pintanya.

Menurutnya sebagai daerah wisata, kawasan Lembang sudah sangat identik dengan Tangkubanparahu. Apalagi di daerah lain, tidak ada ikon daerah yang identik dengan nama jalan. Sehingga perubahan nama jalan pasti akan berdampak kepada ikon dan ciri dari Lembang. Lagi pula dalam pandangannya nama Jalan Ir Soekarno jika mengacu ke daerah lain biasanya di tempatkan di jalan-jalan protokol di pusat kota.

Sebelumnya, sejumlah warga langsung mencabut papan jalan sekaligus mempertanyakan soal kebijakan penggantian nama Jalan yang diresmikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat Yayat T. Soemitra terhitung sejak Jumat 13 Juli 2018 lalu.

Massa pun langsung mendatangi kantor Pemkab Bandung Barat, untuk menemui Plt Bupati KBB, Yayat T Soemitra. Namun mereka harus kecewa karena tidak bisa bertemu dan menyampaikan aspirasi langsung kepada Plt Bupati karena sedang berada di Jakarta. Perwakilan warga akhirnya ditemui oleh staf perwakilan dari bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Setda KBB.

Suherman,45, salah seorang warga Lembang memandang, jika pergantian nama jalan Tangkuanparahu dengan Ir. Soekarno kurang tepat. Sebab, nama Jalan Tangkubanparahu memiliki sejarah dan historis yang panjang serta telah jadi ikon Lembang. “Kita ketahui bahwa jalan Tangkubanparahu sudah melegenda dan dikenal sebagai ikon Lembang serta Jawa Barat. Oleh karena itu kami menolak perubahan nama jalan itu,” tegasnya. (drx)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.