Menjaga Bumi dan Melestarikan Budaya di Zaman Milenial

62
DOKUMENTASI SD MUHAMMADIYAH 7 ANTAPANI BANDUNG FOR JABAR EKSPRES
FOTO BERSAMA: Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 7 Antapani Bandung Iwan Kurniawan beserta para pendidik level 1 SD Muhammadiyah 7 tengah berfoto bersama dengan para pemain Preman Pensiun di Gelaran Pentas Seni SD Muhammadiyah 7, beberapa waktu lalu.

BANDUNG Assembly atau pentas seni siswa ini menjadi ajang unjuk kreatifitas dan meningkatkan kreatifitas bakat peserta didik, dimana para peserta didik bebas mengekpresikan bakat kemampuan yang dimilikinya melalui sebuah tarian, nyanyian, puisi hingga drama.

Salah satunya yang dilakukan oleh para peserta didik level 1 SD Muhammadiyah 7 Antapani Bandung. Mereka sibuk mempersiapkan diri dengan berlatih di tengah padatnya jadwal pembelajaran di tahun ajaran 2017-2018 belum lama ini. Mereka berlatih tidak hanya pada jam pelajaran namun setelah jam kepulangan sekolah terus semangat berlatih karena ingin menampilkan yang terbaik untuk sekolah dan orangtua tersayang.

Koordinator sekaligus Ketua Pelaksana Kegiatan Dewi wiantini, S.Pd menuturkan untuk acara pentas seni tahun ini  mengusung tema ‘Save The World’. ”Tema ini diusung karena atas dasar keprihatinan kita sebagai umat manusia terhadap bumi yang semakin hari semakin rusak dan panas, yang tiada lain kerusakan tersebut dibuat oleh tangan tangan manusia yang jahil,” tutur Dewi.

Disamping itu, para peserta didik berlatih mengasah bakatnya juga sekaligus mendapatkan edukasi betapa pentingnya menjaga bumi ini untuk tidak merusaknya. Sebagai contoh kecil adalah menanamkan rasa cinta kepada para peserta didik untuk cinta menanam pohon, cinta merawat tumbuhan, cinta membuang sampah pada tempatnya, cinta untuk berhemat air, cinta pada binatang, dan memberi tahu akan bahayanya jika rasa cinta terhadap itu semua tidak ada pada mereka.

Di zaman milenial ini, sangat penting memberikan pendidikan tentang bagaimana merawat, menjaga bumi dan alam disekitar kita ini agar tidak rusak dan terus dilanda bencana. Tak hanya itu, mereka harus dikenalkan akan budaya Indonesia yang beraneka ragam melalui tarian-tarian daerah dari sabang sampai merauke. Seperti tari lagu bungo jumpo, tari badindin, tari manuk dadali, tari betawi dengan lagu ondel-ondel, sampai ke tari yamko rambe yamko dari papua.

Tak sedikit para generasi muda saat ini yang acuh akan kelestarian hayati yang terus terbabat habis di muka bumi ini, dan melupakan sejarah juga seni dan budaya yang beraneka ragam di bumi Indonesia. Dengan adanya acara pentas seni ini, diharapkan semua peserta didik untuk kembali semangat menjaga bumi ini dan kembali memupuk rasa nasionalisme dengan melestarikan budaya. Sebab jika bukan kita yang memulai, siapa lagi?

Kegiatan ini diikuti oleh para peserta didik level 1 sebanyak 210 orang di lapangan komplek SD-SMP Muhammadiyah Antapani Bandung, Rabu (9/5) lalu. Para peserta berlari kecil dengan kostum budaya daerah yang berbeda-beda dan kostum tentang selamatkan binatang, selamatkan tumbuhan dan lain lain, dipandu oleh para pendidik yang membawa bendera tema tentang selamatkan bumi. Diantaranya save the water, save the animals, save the plant, save the environment dan our experience, berlari ke tengah lapangan dengan membuat lingkaran.

Gebyar acara pembukaan ini menyita ribuan pasang mata yang ada di komplek perguruan SD-SMP Muhammadiyah termasuk orangtua dari peserta didik yang menyaksikan langsung putra/putrinya tampil ditambah dengan apiknya dekorasi interior dan eksterior yang di design langsung oleh Ibu Retno Setyaningsih yang mengusung konsep tema the green garden dihiasi juga dengan payung-payung yang membentang diatas seperti dekorasi di jalan Braga Asia Afrika sehingga membuat teduh para pemain dan penonton yang hadir.

Turut hadir juga para pemain sinetron Preman Pensiun yaitu Kang Mus (Epi Kusnandar), Kang Pipit (Firmansyah Pitra) dan Kang Amin, yang ditemani oleh Bapak Kepala  Sekolah SD Muhammadiyah 7 Bapak Iwan Kurniawan menyapa seluruh warga Muhammadiyah Antapani dan mengkampanyekan betapa pentingnya menjaga bumi dan melestarikannya serta menyelamatkannya.

Kegiatan assembly ini sangat penting diadakan di sekolah meski setahun sekali, karena sekolah mempunyai peranan penting untuk melestarikan dan mengembangkan hasil karya seni dan budaya daerah, dimana peserta didik adalah sebagai pewaris seni dan budaya yang masih berusia muda. Di pundak mereka tertumpang harapan untuk melestarikan seni dan budaya hasil karya pendahulu kita. Inilah salah satu landasan diadakannya assembly. Semoga dengan diadakannya acara ini kita semua menjadi sadar akan pentingnya menjaga bumi dan merawat alam sekitar serta menjaga kebudayaan milik indonesia. (*/azu)

Kontributor: Dadang Darmawan, S.ST

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.