Mengatasi Challenge yang Viral di Media Sosial

47

BAGI kebanyakan orang, media sosial sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Meski turut berkontribusi positif dalam persebaran informasi, media sosial juga dapat berdampak negatif. Salah satunya adalah dengan menjamurnya Challenge menantang maut yang justru diikuti banyak orang.

Challenge merupakan kata yang tidak asing didengar oleh kaum muda sekarang. Kata Challenge dalam bahasa Indonesia berarti tantangan. Apabila kita mencari arti dari kata tantangan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia maka akan diperoleh berbagai macam pengertian yang mendeskripsikan kata tersebut. Salah satu makna dari tantangan ialah hal atau objek yang menggugah tekad untuk meningkatkan kemampuan mengatasi masalah.

Kehidupan sehari-hari manusia tak pernah terlepas dari ikatan tantangan. Tantangan tidak selalu ditemui dalam bentuk tindakan, tetapi sering pula digunakan dalam usaha memotivasi orang. Sebagai ilustrasi, ketika memainkan game, gamer akan berusaha untuk menyelesaikan tiap misi dan tantangan yang diberikan serta mengejar reward dari game tersebut. Walaupun, Challenge dalam suatu game yang dilakukan seseorang tidak selalu berakhir baik.

ads

Challenge seharusnya menjadi alat untuk memroses seseorang ke tingkatan selanjutnya. Namun, tidak semua Challenge berdampak positif. Seiring berkembangnya zaman, tren, ilmu, dan teknologi muncul banyak ide baru yang gila mengenai Challenge. Pada tahun 2005 di daerah Eropa, Pass out Challenge atau Skip Challenge merupakan suatu permainan dengan menekan keras-keras dada seseorang hingga jatuh pingsan. Challenge ini diciptakan untuk menimbulkan efek pingsan. Namun, permainan ini justru memakan korban jiwa.

Pass out Challenge merupakan salah satu bentuk Challenge yang menggunakan interaksi fisik. Bentuk Challenge lain yang juga dapat melukai fisik adalah eraser Challenge. Eraser Challenge merupakan suatu permainan yang dilakukan dengan menggosok penghapus sekuat-kuatnya pada kulit hingga terkesan terbakar dan panas. Kendati demikian, mereka dengan bangga akan memamerkannya pada media sosial sebagai bukti bahwa mereka berani untuk melakukan Challenge. Dampak negatif akan muncul dari terlukanya kulit yang mempermudah bakteri untuk masuk dan memperparah luka yang terjadi.

Challenge yang berbahaya ini tidak hanya berdampak terhadap fisik saja, tetapi juga berbahaya bagi psikologis. Blue whale Challenge merupakan salah satu tantangan yang menyerang psikologis seseorang. Tantangan yang berasal dari negara Rusia ini dilakukan melalui media sosial. Remaja yang menerima tantangan ini harus menyakiti psikis mereka dengan cara menonton film horror, bangun pada jam yang tidak biasa, melihat hal-hal yang ditakuti atau sesuatu yang melukai diri sendiri selama lima puluh hari dengan intesitas  yang terus meningkat setiap harinya. Permainan ini memiliki admin yang akan menyediakan bahan-bahan yang diperlukan untuk tantangan selama lima puluh hari. Oleh sebab itu, mereka yang mengikuti tantangan ini sulit untuk lepas karena terdapat grup yang mengawasi berlangsungnya tantangan ini.

Target pemain dalam permainan ini adalah para remaja yang labil, kehilangan semangat, remaja yang broken home dan remaja yang sudah putus asa, sehingga dengan mudahnya menghasut dan memengaruhi para remaja tersebut, dan para remaja tersebut pun patuh dan melakukan apa yang diperintahkan oleh tantangan tersebut.

Para remaja yang mengikuti tantangan ini merupakan remaja yang sudah stres dengan keadaan hidupnya, artinya mereka yang sudah lagi tidak menikmati hidup, mengatakan bahwa hidup ini tiada gunanya dan menganggap jika mengikuti tantangan ini mereka bisa menemukan pelarian dari kegalauan yang sudah parah yang menghinggapi diri mereka.

Penyebab stres remaja ini sangat banyak, mulai dari ketiadaannya iman didalam hati, lalu dilanjutkan dengan keluarga yang berantakan, orang tua yang bertengkar setiap hari, kesulitan ekonomi, putus cinta, sering di-bully oleh teman-temannya, narkoba, ganja, minuman keras, seks bebas serta lingkungan yang amburadul. Hal ini diperparah dengan tidak adanya keimanan didalam hati dan tidak adanya kepercayaan kepada Tuhan membuat para remaja ini menganggap bahwa hidup di dunia ini tidak ada gunanya.

Menurut NSPCC, remaja dan anak-anak seharusnya tidak mengikuti tren dan tekanan mengenai hal-hal yang membuat mereka tidak nyaman. Orang tua memiliki peran yang penting dalam mengawasi penggunaan internet oleh anak-anak. Orang tua juga perlu lebih aktif berkomunikasi dengan anak-anaknya. Selain memantau aktivitas anak di lingkungan rumah, orang tua juga memberikan pemahaman kepada anak tentang risiko melakukan aktivitas bahaya.

Bagaimana bisa mengenali gejalanya? Lembaga pemerhati anak di Inggris, NSPCC, memberikan arahan bagaimana mendeteksi ketika remaja mulai membangun koneksi emosional dengan kelompok dunia maya dan bagaimana melindungi anak dan mencegah kejadian buruk terjadi. Ada sejumlah gejala, tetapi tidak selalu nyata karena para pelaku terlatih untuk bertindak hati-hati untuk mencegah agar tindakan mereka tidak diketahui. Beberapa gejala itu antara lain, anak menjadi sangat tertutup, terutama tentang apa yang mereka lakukan di dunia maya, menghabiskan banyak waktu di internet dan media sosial, mengganti tampilan layar pada ponsel atau laptop mereka saat didekati orang tua, menarik diri atau marah setelah menggunakan internet atau mengirim pesan teks dan memiliki banyak nomor telepon baru atau alamat email di perangkat mereka.

Mengetahui bahwa Challenge dapat berdampak buruk, bahkan menyebabkan kematian, maka penting untuk melakukan langkah tepat untuk mencegah hal buruk terjadi. Apa yang harus dilakukan?

Melek teknologi. Hidup di zaman yang serba teknologi, maka hal tersebut juga menuntut untuk terus berkembang. Jika tidak begitu, maka akan ketinggalan info-info terkini, mengingat kemudahan teknologi dapat membuat bebas bereksplorasi di media sosial. Harus selalu up to date terhadap tren yang kini digemari sekaligus membahayakan, misalnya seperti Momo Challenge ataupun Blue Whale Challenge. Dengan mengetahui hal tersebut, setidaknya dapat memperhatikan gerak-gerik yang mencurigakan ketika mereka sedang melakukan Challenge-Challenge berbahaya di media sosial.

Tak cukup hanya mengetahui dan memantaunya dari kejauhan, perlu menjelaskan fungsi utama dari media sosial agar ia tak salah mengartikannya. Berikanlah pengertian padanya mengenai hal yang boleh dibagikan di media sosial dan mana yang tidak. Jelaskan pula bahwa penggunaan media sosial yang salah, dapat berakibat buruk bagi kehiduannya kelak.

Menjadi Sahabat. Menanggapi begitu banyak Challenge yang kini marak di media sosial, maka hal yang perlu dilakukan bukanlah semata-mata dengan tegas melarangnya. Semakin dilarang, justru ia akan semakin penasaran untuk memainkannya. Maka dari itu, jadilah sahabat yang, jelaskanlah secara baik-baik bahwa melakukan Challenge sangat merugikan dan membahayakan diri sendiri serta isilah kegiatannya dengan hal-hal positif lainnya agar ia melupakan Challenge yang berbahaya tersebut.

Kenali reaksinya. Reaksi setiap orang terhadap sesuatu itu pasti berbeda-beda, orang tua bisa menanyakan bagaimana perasaannya setelah melihat itu semua. Berikan waktu untuk bercerita mengenai reaksi atau pernyataan dirinya terhadap Challenge tersebut. Usahakan untuk tidak memotong pembicaraannya. Dengarkan dulu apa yang ingin diutarakannya karena ini bisa menjadi gambaran proses berpikir. Saat mengganggap tren Challenge sekarang ini sesuatu yang menarik bahkan membuat dirinya ingin mereka mencoba, berarti inilah yang harus dikenali. Cari tahu yang sebenarnya kenapa ingin melakukan Challenge tesebut, apakah merasa tertantang, penasaran atau ingin merasa keren?

Membuat Challenge sendiri. Tren Challenge yang ada sekarang bisa dikatakan tidak masuk akal untuk dilakukan. Dalam upaya menghindarkan supaya tidak mengikuti jejak tren Challenge saat ini, bisa berinovasi membuat sebuah Challenge sendiri. Buatlah Challenge yang jauh lebih menarik dan tentunya aman saat dilakukan. Dengan berinovasi membuat Challenge yang memiliki keunikan tersendiri, pasti akan lebih tertarik dengan Challenge yang dibuat dibandingkan mengikuti tren Challenge di luar sana. Perlu diingat juga kalau tidak hanya sekedar membuat Challenge yang seru, usahakan untuk membuat tantangan yang memberikan banyak pelajaran. Sehingga selain menjadi sosok yang berani menghadapi tantangan, dirinya juga punya modal pembelajaran dan berproses menjadi pribadi yang lebih baik.

Tren tidak harus diikuti. Seiring berjalannya waktu pasti akan ada banyak tren baru yang bermunculan, entah itu berdampak positif atau negatif untuk anak. Untuk mengantisipasi perkembangan yang ada, harus bisa menjelaskan bahwa tidak semua tren itu bisa diikuti. Bukan berarti harus mengikuti teman-temannya dan harus melakukan tindakan yang penuh resiko hanya karena ingin mendapatkan perhatian publik. Ingatkan kalau tidak mengikuti tren, bukan berarti tidak keren. Tanamkan pola pikir bahwa ada banyak cara yang bisa membuatnya lebih keren, diakui bahkan dipuji banyak orang. Dengan begitu, pelan-pelan akan belajar bijak dalam menghadapi segala pilihan yang ada.

Mengembangkan bakat. Beragam Challenge yang ada beredar di sosial media membuat semua orang ingin melakukannya. Sebelum hal itu terjadi dan membahayakan, ada baiknya mengarahkan minat dan bakat daripada mengikuti tren yang belum tentu berdampak positif. Berikan pengertian kepada  kalau untuk menjadi keren itu tidak perlu melakukan hal-hal yang membahayakan. Apabila ingin merasa lebih diakui, bisa mengarahkan untuk lebih menggali minat dan bakat. Melatih segala kemampuan yang ada hingga lebih bisa berprestasi, sehingga dirinya akan merasa bangga dan diakui kemampuannya oleh orang lain.

Memberikan gambaran bila gagal melakukan Challenge. Pasti banyak yang masih memiliki rasa penasaran,  apalagi kalau belum benar-benar mencoba sendiri tren Challenge yang sedang hits saat ini. Sesekali perlu menunjukkan beberapa video orang yang gagal melakukan Challenge tersebut. Bila melihatnya sendiri secara langsung, ini akan berguna sebagai bahan pertimbangan agar kembali berpikir berkali-kali sebelum melakukannya.

Itulah beberapa tips yang bisa dilakukan saat mulai merasa penasaran terhadap beragam fenomena Challenge di sosial media. ***

~ads~

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.