Masyarakat Harus Siaga Bencana

Waspada Sebelum Musim Penghujan

18
Siaga Bencana
JADI PERHATIAN: Rumah penduduk yang keberadaannya di bawah tebing sangat rentan terjadi longsor akibat pergerakan tanah atau tingginya curah hujan.

SOREANG – Bupati Bandung, Dadang M. Naser meminta seluruh perangkat daerah di tingkat kecamatan, desa serta masyarakat umum untuk mewaspadai peralihan musim kemarau ke musim hujan yang sebentar lagi terjadi. Terlebih, wilayah Kabupaten Bandung sangat rentan dengan pergerakan tanah dan berpotensi longsor.

“Saya mohon kepada semuanya termasuk komunitas dan relawan untuk melakukan persiapan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi transisi musim pancaroba dari kekeringan ke hujan,” ujarnya saat ditemui kemarin (12/10).

Dia menuturkan, untuk persiapannya pihaknya telah melakukan rapat koordinasi seluruh dinas, camat dan instansi lainnya membahas tentang situasi kekeringan dan musim peralihan saat ini.

Menurutnya, wilayah yang rawan mengalami rekahan tanah dan berpotensi mengalami longsor di Selatan seperti di Pangalengan, Kertasari, Ciwidey dan Pasirjambu. Sedangkan di Utara di antaranya yaitu Cimenyan Kabupaten Bandung.

Dirinya menambahkan, pihaknya akan terus melakukan rapat dengan camat untuk mengantisipasi rekahan tanah yang berpotensi longsor.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung mengungkapkan saat ini tengah berjalan peralihan musim kemarau ke musim hujan. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat yang berada di daerah lereng dan perbukitan mengantisipasi rekahan tanah yang berpotensi longsor.

“Biasanya hujan pertama kali (setelah masa peralihan) akan terasa lebih lebat. Sehingga peluang longsor bisa terjadi,” ujar Prakirawan Cuaca BMKG Bandung, Jadi Hendarmin, Jumat (12/10) saat dihubungi via sambungan telepon.

Ia menuturkan, musim hujan di Kota Bandung dan sekitarnya diprediksi terjadi pada Oktober akhir atau pertengahan November mendatang. Hal itu berdasarkan, dinamika atmosfer di wilayah Barat Sumatera, dimana suhu muka lautn masih dalam kondisi netral dan cenderung dingin.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat pasokan uap air dari wilayah Barat Sumatera berkurang sehingga berdampak awan-awan hujan di wilayah Jawa Barat tidak terbentuk. Selain itu, di masa peralihan karakteristik cuaca saat pagi cukup terik dan siang menjelang sore peluang hujan lebat dengan durasi singkat. (rus/yan)

~ads~
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.