Masih Banyak Potensi Terpendam

Siapapun Pemimpinnya Harus Lanjutkan Pembangunan

32
BERFOTO BERSAMA: Bupati Kabupaten Bamdung Barat Abubakar menginginkan siapapun yang menjadi kepala daerah harus melanjutkan pembangunan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat secara merata dan dirasakan secara menyeluruh.

NGAMPRAH – Menjelang berakhirnya kepemimpinan Bupati Bandung Barat Abubakar dan Wakil Bupati Bandung Barat Yayat T Soemitra, calon pemimpin ke depan harus mampu meneruskan pembangunan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang baru berusia 10 tahun ini.

Abubakar memaparkan, selama memimpin pondasi pembangunan sudah ditanam dengan baik. Sehingga, untuk pemimpin selanjutnya harus bisa melanjutkan dengan mengembangkan segala potensi yang dimiliki KBB.

’’Apalagi, seperti yang diutarakan oleh para pakar ternyata masih banyak hal yang perlu dibedah dan dikembangkan untuk menuju Bandung Barat yang lebih baik,” kata Abubakar usai menghadiri Musrenbang Tingkat Kabupaten Bandung Barat di Padalarang, kemarin.

Baca Juga:  BKP3: Kabupaten Bandung Aman

Musrenbang ini merupakan rencana pembangunan untuk tahun 2019 mendatang. Sehingga pembangunan yang akan dilakukan oleh pemimpin yang baru nanti diharapkan bisa sesuai dengan harapan masyarakat Bandung Barat.

Menurut Abubakar, arah pembangunan KBB ternyata berkesinambungan dengan rencana pembangunan oleh Pemprov Jawa Barat yang orientasinya pada pembangunan agro pariwisata sehingga pariwisata harus menjadi ikon daerah.

Namum, dalam tatanan implementasinya, diserahkan pada Bupati dan Wakil Bupati baru nanti. Karena perjalanan Musrenbang tahun 2019 dilaksanakan dalam masa transisi berakhirnya RPJMD tahun 2008-2018. Kemudian RPJMD tahun 2018-2023 yang akan dilaksanakan oleh kepala daerah baru. “Tentunya harus diseleraskan dengan visi misi kepala daerah baru,” ujarnya.

Baca Juga:  Anggaran Modernisasi Pindad Rp 300 M

Sementata itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapplitbangda) KBB Adiyoto menambahkan, musrenbang tingkat kabupaten ini merupakan puncak dari musrenbang sebelumnya.

Secara bertahap pembahasan musrenbang ini dilakukan mulai dari ajuan tingkat desa, dibahas di tingkat kecamatan dan terakhir di tingkat kabupaten untuk ditetapkan sebagai Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD).

“Ini puncaknya sehingga kami undang seluruh pihak yang terlibat,”tutup dia (drx/yan)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here