Mangga Jawa Barat Bersiap Tembus Negeri Sakura

118

SEKTOR pertanian meru­pakan sektor utama yang berperan penting pada per­ekonomian nasional dalam menyerap tenaga kerja, sum­ber pertumbuhan ekonomi, dan penyumbang devisa. Di samping itu, sektor pertanian juga menggerakkan sektor lain dalam perekonomian Nasio­nal. Subsektor pertanian ta­naman hortikultura merupa­kan salah satu prioritas bagi negara Indonesia. Untuk itu sudah sewajarnya sektor per­tanian secara umum dan subsektor hortikultura secara khusus dijadikan sebagai mo­tor penggerak pembangunan untuk meningkatkan pereko­nomian masyarakat.

Subsektor hortikultura telah berkontribusi secara nyata dalam mendukung pereko­nomian nasional, baik dalam penyediaan produk pangan, kesehatan dan kosmetika, perdagangan, penciptaan produk domestik bruto mau­pun penyerapan tenaga ker­ja. Menurut Ambardi (2002) bahwa ada beberapa ciri ko­moditas unggulan, yaitu harus mampu menjadi penggerak utama (prime mover) pembangunan, dengan kata lain komoditi tersebut mempu­nyai kontribusi yang mejan­jikan pada peningkatan pro­duksi dan pendapatan.

Banyak sekali komoditi ung­gulan tanaman hortikultura untuk jenis buah-buahan, di antaranya mangga, pisang, rambutan, jeruk dan lain-lain. Buah mangga adalah salah satu komoditas unggulan yang ikut andil dalam menggerakkan ekomoni. Jenis mangga ba­nyak sekali, misalnya mangga gedong gincu, manga harum manis, mangga golek, mangga manalagi dan masih banyak lagi jenis lainnya.

Di Jawa Barat Agrobisnis ko­moditas buah mangga gedong gincu dari sentra produksi di wilayah Majalengka, Indramayu, Sumedang, dan Cirebon yang memperoleh peningkatan pes­anan pasar baik domestik mau­pun ekspor. Gambaran ini menjadikan agrobisnis buah mangga gedong gincu semakin bergairah.

Sejak tahun 2005-2006 Pe­merintah Provinsi Jawa Barat kembali mempromosikan buah gedong gincu ini. Man­faat buah yang berasal dari India ini tidak perlu diragukan lagi kerena di dalam buah ini mengandung berbagai nu­trisi dan vitamin penting dan tentunya konsumennya me­mang hampir semua kalangan.

Tak heran Pemerintah Pro­vinsi Jawa Barat terus menggenjot agar buah mangga gedong gincu mejadi produk unggulan untuk diekspor. Dan sekarang membidik Jepang sebagai sasa­rannya. Walaupun sejauh ini mangga gedong gincu belum bisa menembus pasar Negara tersebut, disebabkan ketatnya aturan yang diterapkan di Ne­gara matahari terbit.

Jepang, kata Sekretaris Dae­rah Jawa Barat Iwa Karniwa, menjadi pasar potensial meng­ingat buah-buahan ini lebih banyak diterima pasar ekspor China, Hongkong, Belanda, Perancis dan Negara lainnya.

”Kita juga tingkatkan perta­nian yang berdaya saing se­hingga bisa meningkatkan cadangan devisa,” ucapnya.

Dengan adanya pertemuan antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Japan Indonesia Committee yang membahas berbagai rencana kerjasama, salah satunya terkait investasi. Kegiatan ini dimanfaatkan oleh Pemprov Jabar untuk menarik jepang sebagai investor.

Mangga gedong gincu gedong saat ini tercatat dihasilkan oleh Kabupaten Majalengka yang memiliki 403 ribu pohon, dengan produksi mencapai 600.628 ton per tahun. Bersama daerah penghasil mangga lain­nya, yakni Kabupaten Indra­mayu, Sumedang, Kuningan, Cirebon, dan Kota Cirebon, Jawa Barat memiliki 2,39 juta pohon, dan produksi mencapai 325.457 ribu ton per tahun.

Jaminan ketersediaan lahan dan tanaman oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Diharapa­kan mampu menarik petani buah manga untuk bertani manga dan membuat Jepang yakin menjadi pembeli dan investor dengan sistem inti plasma, dimana inti plasma adalah dia mempunyai lahan yang dikerjasamakan, kemu­dian membeli mangga dan diekspor ke Jepang.

Melalui skema inti plasma, bisa menjamin kepastian bagi petani terkait pasar, harga dan pembeli. Sehingga menambah devisa negara dan juga bisa meningkatkan pen­ghasilan para petani yang bergerak dikomoditas itu.

Diharapkan juga dengan perubahan fenomena dan paradigma masyarakat ter­hadap mangga gedong gincu, yang sebelumnya hanya di­pelihara seadanya sekarang masyarakat menjadi lebih serius dalam memelihara dan menangani pohon gedung gincu. Dan kedepannya pe­merintah lebih konsen me­nangani ekspor manga ini agar benar terealisasi, semoga. (*)

*Fungsional Statistisi pada BPS Provinsi Jawa Barat

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.