Mahasiswa Asing Ikuti Permainan Tradisional

72
culture day
BARU PERTAMAKALI: Mahasiswa asing ikut mencoba menggunakan engrang salah satu permainan tradisional sunda.

NGAMPRAH – Untuk mengenalkan budaya asli Indonesia, Daruh Hikam International School (DHIS) Lembang menggelar acara Culture Day pada Rabu (7/3).

Dalam kegiatan tersebut, diikuti para mahasiswa asing dari 11 negara dan 4 benua. Di antaranya, Singapura, Filipina, Thailand, Jepang, Korea Selatan, Kanada, Nigeria, Francis, Jerman, Ukraina dan Ajerbaizan.

Mereka mencoba sejumlah permainan tradisional khas Indonesia seperti bakiak, egrang, balap karung, balap kaleci dan kaulinan lainya.

Ketua Panitia Culture Day DHIS Lembang, Tatang Jaelani menyatakan, kegiatan ini untuk mengenalkan budaya Indonenesia kepada mahasiswa asing bahwa Indonesoa kaya akan budaya.

Selain itu, permainan tradisional ini juga cukup direspon baik oleh mahasiswa asing yang datang. Mahasiswa asing yang mengikuti kegiatan ini merupakan mahasiswa UPI (Universitas Pendidikan Indonesia Bandung) dan sekolah ini bekerjasama dengan UPI.

’’Mereka mengambil studi bahasa Indonesia dan dalam studinya itu dikenalkan budaya Indonesia salah satunya kaulinan di lembur,” kata Tatang.

Selain dikenalkan permainan tradisional khas Indonesia, kepada mereka juga dikenalkan budaya Indonesia lainya seperti pakaian adat, dan makanan khas masing-masing daerah. Untuk pakaian adat, pihaknya melibatkan siswa-siswi DHIS

“Kita ingin menunjukan bahwa budaya Indonesia itu sangat beragam, tentunya ini karena banyaknya suku bangsa di Nusantara ini,” paparnya.

Salah seorang mahasiswa asal Kanada, Stepany mengaku senang bisa mengikuti permainan tradisional asal Indonesia. Meski awalnya merasa kesulitan, namun setelah mencoba belajar beberapa kali akhirnya bisa.

“Permainan ini sangat menyenangkan karena awalnya sulit juga untuk mencoba permainan ini,” katanya.

Hal senada diungkapkan mahasiswa asal Ukraina, Rut Chaikivska. Dia mengaku senang bisa mengikuti sejumlah permainan tradisional Indonesia ini. Sebab, dia dapat mengenal permainan baru seperti bakiak dan egrang.

“Sangat menyenangkan karena di negara saya tidak ada permainan seperti ini,” ungkapnya.

Dia menambahkan, dalam permainan tradisional ini banyak mengandung makna kebersamaan dan gotong royong dalam memainkanya. Seperti pada permainan bakiak yang harus ada kekompakan para pemainnya yang ada dalam satu tim.

“Dalam permainan ini ada makna kebersamaan dan kekompakan, itu yang saya ambil,” pungkasnya. (drx/yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.