Lalu M. Zohri Harumkan Indonesia

Meraih Gelar di Kejuaraan Dunia Atletik U-20

70
Lalu M. Zohri Harumkan Indonesia
RAIH JUARA: Lalu M. Zohri berhasil mengharumkan Indonesia di Kejuaraan Dunia Atletik U-20 yang berlangsung di Tampere, Finlandia. Lalu menjadi yang tercepat di nomor lari 100 meter putra dengan mengalahkan peserta negara lainnya.

JAKARTA– Cabang olahraga atletik Indonesia mendadak bersinar di kancah dunia setelah Lalu Muhammad Zohri secara mengejutkan meraih gelar juara di Kejuaraan Dunia Atletik U-20. Lalu naik ke podium tertinggi setelah menjadi yang tercepat di nomor lari 100 meter putra di kejuaraan yang berlangsung di Tampere, Finlandia pada Rabu (11/7) waktu setempat.

Start dari line 8, Lalu yang nantinya juga bakal beraksi di Asian Games 2018 langsung melesat cepat setelah wasit memberikan aba-aba. Bocah ajaib asal Lombok, Nusa Tenggara Barat itu finis dengan catatan waktu 10,18 detik.

Catatan waktu tersebut mengalahkan dua pesaing terdekatnya, yakni Anthony Schwartz dan Eric Harrison asal Amerika Serikat yang sama-sama membukukan catatan waktu 10,22 detik.

Pencapaian ini membuat Lalu sukses mencetak sejarah sebagai orang Indonesia yang menorehkan prestasi gemilang di nomor lari 100 meter dunia.

“Sangat bangga sekali. Ini sangat luar biasa bagi saya. Saya betul-betul tidak menyangka bisa mencetak sejarah di sini,” ujar Lalu.

Momen menggembirakan juaranya Lalu Muhammad Zohri sempat diwarnai sebuah pemandangan yang cukup miris. Lalu tidak sempat membawa bendera Merah Putih berkeliling lintasan lantaran pihak panitia terlambat memberikan bendera kepadanya.

Usai dinyatakan sebagai juara dunia setelah finis dengan catatan waktu 10,18 detik, Lalu sempat berdiri sejenak di pinggiran lintasan untuk menunggu pihak panitia memberikan bendera Merah Putih.

Namun, apa yang ditunggu-tunggu tidak kunjung datang. Lalu pun terpaksa harus meladeni foto bersama tanpa membentangkan Merah Putih di dadanya. Walau demikian, dari foto-foto yang beredar, Lalu akhirnya berkesempatan memegang Sang Saka di dalam lapangan.

Menyoal hal tersebut, pelatih Lalu, Erwin Maspaitella menuturkan bahwa insiden kecil tersebut terjadi bukan karena pihak panitia tidak memiliki bendera Indonesia. Keterlambatan pemberian bendera, menurut Erwin, disebabkan karena pihak panitia tidak siap karena sama sekali tidak menyangka Lalu bakal keluar sebagai juara.

“Benderanya ada, tapi mungkin tidak bisa dengan cepat disediakan karena semua tidak kepikiran Lalu bakal menang. Tim pun tidak menyangka Lalu bakal menang,” ujar Erwin, Kamis (12/7).

Meski demikian, Erwin menuturkan bahwa hal tersebut tidak menjadi masalah besar. “Sekali lagi, kami semua kaget. Yang penting Indonesia juara,” ujar Erwin. (isa/JPC/drx)

~ads~
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.