KPU Ingin Partisipasi Sebanyak 70 Persen

29
ACHMAD NUGRAHA/JABAR EKSPRES
SOSIALISIKAN PEMILU: Sejumlah penyandang disabilitas memperhatikan peraga bahasa isyarat untuk tunarungu dalam acara Medal Munggaran yang diselenggarakan oleh KPU Jabar di Sabuga.

BANDUNG – Untuk meningkatkan angka partasipasi pemilih khususnya dikalangan pemula. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung akan lebih gencar lagi menyosialisasikan Pilwalkot Bandung 2018.

Ketua KPU Kota Bandung Rifqi Alimubarok mengatakan, pihaknya menargetkan 70 persen partisipasi pemilih dalam Pilwalkot nanti. Namun, untuk mencapai ini perlu sosialisasi lebih gencar lagi.

Dia mengatakan, untuk mempromosikan Pilwalkot secara menyeluruh dibutuhkan strategi sosialisasi jitu. Agar, Masyarakat tertari dan menggunakan hak pilihnya.

’’Jadi perlu waktu yang pas supaya masyarakat bisa mulai tertarik fokus perhatian terhadap pilwalkot,’’jelas Rifqi ketika ditemui belum lama ini.

Dia menilai, berdasarkan pengamatan selama ini, banyak anggapan masalah pemilu tidak amat penting. Bahkan, karakter warga Bandung selalu bilang ah engke wae (Yah nanti saja, red)

Untuk itu, dalam tiga bulan ini KPU akan melakukan kampanye Pillwalkot secara besar-besaran dengan memanfaatkan berbagai macam media.

Dia mengakui, berdasarkan hasil survei mengenai tingkat pengetahuan masyarakat tentang Pilwalkot secara umum masih kurang. Bahkan angka partisipasi diprediksi hanya mencapai 50 persen dari banyaknya daftar pemilih.

Selain itu, ditemukan 60 persen warga sebetulnya sudah tahu tentang Pilwalkot Bandung 2018 dan akan menggunakan hak pilih. Sisanya, terdapat 20 persen warga yang pilihannya masih mengambang, belum bisa menentukan pilihan. Ada juga sisa 20 persen tidak akan menggunakan hak pilih.

“Jadi memang kalau hasil survei yang dilakukan berbagai macam media, salah satunya adalah lembaga yang sudah merilis, ada kemungkinan sesuai dengan apa yang kita lakukan. Memang kisaran 60% atau 50% masyarakat yang sudah perhatian terhadap pilwalkot,” ujarnya.

Dari 50 persen masyarakat telah mengetahui adanya pemilihan yang akan digelar 27 Juni mendatang, mereka baru sebatas mengetahui dari media. Adapun masa kampanye masih lama, dan KPU Kota Bandung baru melakukan sosialisasi mulai April.

Oleh karena itu, Rifqi menilai angka 50 persen merupakan modal awal untuk melakukan proses kampanye Pilwalkot lebih intensif lagi.

’’Puncaknya pada Juni mendatang. KPU Kota Ban­dung pun mencoba realistis dengan pemenuhan target pemilih 70 persen,”pungkas dia. (yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here