Konser Pertama Burgerkill di DCDC x Hellshow Killchestra

230
BERIKAN ATENSI: Suasana Hellshow DCDC pada Killchestra dengan penampilan Burgerkill memberikan hiburan tersendiri bagi para fans berat “Begundal” di Sabuga Kota Bandung.

BANDUNG – Burgerkill, menorehkan sejarah baru di blantika music metal Indonesia. Band metal asal Kota Kembang ini terbilang sukses mengolaborasikan komposisi orkestra pada DCDC x Hellshow Killchestra di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), kemarin (15/4) malam.

Lagu Darah Hitam Kebencian, sempat membuat ribuan para begundal –sebutan akrab penggemar Burgerkill, untuk berjingkrak-jingkrak. Ditambah dengan suara khas Vicky (vokal), dan kolaborasi permainan dari gitar kang Ebenz, Agung serta bass Ramdhan tak kalah Putra di drum, mereka tampil bak tanpa cela. Pantastis.

‎Sesi kedua iringan orchestra, membuka lagu ketujuh mereka berjudul Anjing Tanah. Menyusul kemudian lagu Penjuru Tanah, Only The Strong, dan Angkuh. Dua lagu terakhir di sesi dua, Iringan orkestra semakin sempurna dengan hadirnya vokalis aditional yakni Fadly Padi. Ya, Fadly hadir membawakan dua lagu garang tapi manis berjudul Tiga Titik Hitam dan An Elegy, sekaligus menutup sesi dua.

Di sesi terakhir, ‎Burgerkill makin memanjakan para begundal. Sederet lagu andalan hadir dalam album terbaru mereka. Satu persatu hentakan kaki para begundal makin seirama dengan. Lagu-lagu itu yakni, Pledge to Fight,  Integral, Undefeated, Air Mata Api, dan Atur Aku yang sekaligus menutup konser DCDC x Hellshow K​illchestra‎.

Konser mereka itu merupakan bagian gelaran dari Hellshow 2018 Killchestra yang memasuki tahun kelima. Konser kali ini menyuguhkan penampilan istimewa dari Burgerkill​ karena mengusung format orkestra​ dengan menyuguhkan sejumlah lagu yang mereka rekam di Praha dengan memadukan unsur orchestra dengan mengambil composer Alvin Witarsa. Alvin inilah yang dipercaya menggarap lagu-lagu mereka dalam partitur musik orkestra.

Menurut gitaris Burgerkill, Ebenz, ide ini muncul dan direalisasikan dari hasil komunikasi dan kerja sama antara DCDC ​dan​ Burgerkill.

Seperti diketahui, DCDC​ dikenal kerap memberikan dukungan nyata pada band-band yang memiliki hasrat dan misi untuk penetrasi ke dunia internasional yang diwadahi dalam program DCDC Dream World.

​Burgerkill dan tim DCDC Killchestra kemudian terbang ke Praha, sebagai salah satu negara yang memiliki kualitas alat dan performa orkestra terbaik di dunia untuk melakukan sesi rekaman.

DCDC x Hellshow K​illchestra, menjadi panggung pertama mereka menampilkan musik dalam format orkestra​ sekaligus membuat sejarah baru sebagai band metal di Indonesia bahkan Asia yang menampilkan konser live dengan memadukan unsur orkestra. ​

”Konsep Hellshow kali ini memang lebih ekslusif, ini pertamakali digelar di Sabuga dan langsung dengan format orchestra,” ujarnya.

Persimbangan memilih Sabuga sendiri lantaran konsep akustik untuk orchestra cocok dengan soundnya bagus.

Sang vokalis, Vicky, mengaku jika dirinya sebelumnya tak pernah membawakan lagu secara live sebelumnya. Single ini sudah beredar dalam album yang dirilis akhir pekan lalu. ”Selain menampilkan single terbaru, kami membawa kejutan-kejutan lainnya bagi komunitas dan fans kami,” katanya.

Perwakilan DCDC, Agus Dhani H mengatakan konser DCDC x Hellshow Killchestra merupakan sebuah spirit yang diberikan pihak DCDC untuk Burgerkill, dan ke depannya, tidak menutup kemungkinan untuk band-band lain. Ini, kata Dhani, merupakan salah satu bentuk semangat pertemanan yang diusung DCDC dengan band-band yang satu frekuensi, termasuk Burgerkill.

”DCDC semakin hari semakin banyak terlibat, banyak masukan ide, movement dan lain-lain, termasuk media engagement. DCDC x Hellshow Killchestra merupakan salah satu bentuk output pertemanan ini, Burgerkill sangat layak ditempatkan di acara ini,” kata Dhani.

Menurut Dhani, Burgerkill sudah layak membuat sejarah baru di blantika musik metal Tanah Air dan internasional. Selain Metallica yang pernah berkolaborasi dengan format orkestra dalam konser live mereka, menurut Dhani, mungkin baru Burgerkill sebagai band metal kedua yang turut menjejakinya.

”Setahu saya, selain Metallica, baru Burgerkill yang bisa menggelar konser yang menggabungkan musik ekstrem dengan orkestra, ini sebuah sejarah tentunya, selain itu, bagi kami inilah pertemanan yang menghasilkan karya,” katanya.

Dhani juga mengapresiasi para penonton yang telah membeli tiket konser. Sebabnya konser digelar di tengah bulan dimana kondisi keuangan masyarakat sudah mulai menipis dan digembosi banyak keperluan serta pilihan lain.

“Namun mereka tetap membeli tiket untuk hadir di konser ini. Ini membuktikan ada kesetaraan dan kesejahteraan antara musisi luar dengan dalam negeri. ‎Apalagi tiket yang dijual lumayan harganya, mulai Rp 150 ribu hingga 250 ribu,” kata Dhani.

Perwakilan ATAP Promotions, Gio ATAP, menyebutkan konser DCDC x Hellshow Killchestra merupakan sebuah hasil rencana matang ATAP, DCDC dengan Burgerkill yang baru bisa diwujudkan tahun ini.

“Konsep awalnya sudah lama kami gagas, namun kesibukan dan jadwal padat Burgerkill membuat rencana ini tertunda cukup lama, baru tahun ini bisa terlaksana,” ujar Gio.

Selain Burgerkill, sejumlah band metal berbahaya juga turut meramaikan hiburan di panggung kedua yang terletak di outdoor Sabuga. Band-band ini adalah Taring, Forgotten, Suaka, Down For Life, Extreme Decay, dan Trojan. Hadir juga penampilan dari beberapa band DCDC ShoutOut! yang dipilih secara langsung oleh Burgerkill, yaitu Hurt’Em (Depok), Krass (Jakarta), Angel of Death (Sukabumi), Paint In Black (Metro), Distempered (Karawang), dan Sakadang Ajag (Garut). (ign)

~ads~

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.