KONI Siap Bangkit dari Kegagalan

97
TERUS BERJUANG : Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat saat berfoto bersama saat melepas para atlet untuk mengikuti Porda belum lama ini.

NGAMPRAH – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bandung Barat secara jantan mengakui kegagalan mempertahankan peringkat empat besar pada event Porda Jabar XIII/2018 yang baru saja usai.

Hasil tersebut menjadi tolok ukur dan pelecut semangat bagi atlet KBB untuk kembali meningkatkan prestasi pada Porda 2022 di mana KBB akan menjadi tuan rumah bersama dengan Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Subang.

“Kami memohon maaf atas ketidakberhasilan mempertahankan posisi empat besar. Namun kami tetap bangga dan mengapresiasi prestasi berada di peringkat enam ini yang diraih dengan kejujuran dan cara-cara bersih,” kata Ketua Hubungan Antarlembaga dan Media Center Kontingen Porda KBB Lili Supriatna di Lembang, baru-baru ini.

ads

Menurut Lili, ada faktor non-teknis yang menyebabkan kontingen KBB tidak bisa mempertahankan posisi empat besar dan turun ke peringkat enam. Selain karena pada Porda kali ini KBB tidak didukung bapak asuh, dukungan anggaran juga jika dibandingkan dengan daerah lain,kalah jauh.

Contohnya, Kabupaten Bogor sebagai tuan rumah, KONI Kabupaten Bogor didukung anggaran sebesar Rp 150 miliar. Sementara KBB selama pelaksanaan Porda, daya dukung anggaran untuk 826 atlet dan ofisial hanya Rp4,5 miliar.

Memang total anggaran yang dialokasikan Pemda KBB untuk KONI di tahun anggaran 2018 ini mencapai Rp 20,2 miliar. Tapi anggaran itu tidak semua teralokasikan untuk kegiatan Porda, tapi digunakan juga untuk operasional membiayai babak kualifikasi (BK), membeli peralatan pendukung cabor, dan lain-lain.

Hal ini juga sekaligus meluruskan opini di masyarakat yang beranggapan bahwa anggaran Rp 20,2 miliar itu hanya dipakai selama Porda XIII berlangsung.

“Semua kegiatan Porda tentunya dilaporkan kepada Bupati sebagai bentuk pertanggung jawaban KONI, baik soal penggunaan anggaran dan raihan medali. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada atlet dan ofisial termasuk Pemda KBB melalui Bupati Aa Umbara yang telah memberikan supportnya,” kata Lili yang juga menjabat sebagai Sekretaris I KONI KBB ini.

Sementara itu, Anggota DPRD KBB Pither Djuandis mengaku salut dengan perjuangan bersih yang ditunjukkan atlet dan kontingen KBB pada Porda XIII/2018 di Kabupaten Bogor.

Tetapi tetap perlu ada evaluasi terhadap hasil pembinaan KONI terhadap para atlet, termasuk soal audit anggaran. Apalagi jika dibandingkan dengan program rehabilitasi rumah tidak layak huni (Rutilahu), anggaran KONI ini sangat besar. Sehingga sama seperti di DPRD, wajar kalau ada audit internal terhadap penggunaan anggaran yang digunakan. (drx)

~ads~

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.