KIP Penambah Semangat Belajar

32
Dari kanan, Kepala SDN Soka 34 Agustin Aisyah, Ainun Nur Annisa, dan gurunya Sri Pujiati.

4Lega, Kebutuhan Sekolah Terjamin

WAJAH Ainun Nur Annisa (10) begitu semringah. Ia terlihat bermain bersama teman-temannya di depan kelas. Tertawa riang gembira. Ia adalah salah satu penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) di SDN Soka 34, Kecamatan Sumur Bandung Kota Bandung.

Ainun mengaku senang dapat bantuan dari pemerintah. Bantuan tersebut diurus ibunya, Anis Ambarsari, dan dipergunakan untuk keperluan sekolah anaknya. “Uangnya dipakai untuk beli buku, tas, dan keperluan sekolah lainnya. Mamah yang beliinnya,” kata Ainun didampingi Kepala SDN Soka 34 Agustin Aisyah dan gurunya, Sri Pujiati.

Ia tinggal bersama ibu dan ayahnya, Supiadin, dan kakaknya di daerah Barangsiang, tepat di belakang Pasar Kosambi, Kota Bandung.

Keluarga Ainun tergolong masyarakat miskin. Penghasilannya tak menentu. Ayahnya jadi sales produk makanan. Keliling warung-warung menawarkan jualannya agar dibeli. Sedangkan ibunya berjualan di rumahnya sendiri untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

Ainun aktif di ekstrakurikuler bidang pencak silat. Setiap hari, ia dikasih uang jajan. Jika ada sisa, uang itu ia simpan untuk digunakan kebutuhan keluarga. Sebelum menerima KIP, keluarga Ainun kesulitan membagi penghasilan mereka untuk berbagai keperluan hidup. Termasuk kebutuhan anak-anaknya sekolah. Sekarang, keluarga Ainun bernapas lega karena kebutuhan sekolah sudah dijamin pemerintah. (and/adv)

Dari kiri, Meise Maulidia, Siti Aisyah guru Penjas sekaligus Wakasek Kesiswaan SMPN 6 Kota Bandung

3Meringankan Beban Orang Tua

IRMAN, ayahanda Meise Maulidia, siswi SMPN 6 Kota Bandung hanya seorang kuli bangunan. Ibu Meise, Juarsih, tak bekerja. hanya diam di rumah sebagai ibu rumah tangga. Setiap hari, ia jalan kali selama 40 menit ke sekolah. Ia lakukan sudah hampir dua tahun ini.

Meise tercatat sebagai penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Kota Bandung. “Uang dari bantuan Kartu Indonesia Pintar dibelikan untuk perlengkapan sekolah saya. Belinya bersama ibu,” kata siswi kelas 8 ini didampingi Kepala Sekolah SMPN 6 Kota Bandung Edy Suparjoto, Eva Syarifa guru IPS sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan dan Siti Aisyah guru Pendidikan Jasmani sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 6 Kota Bandung.

Ia senang bisa memiliki perlengkapan sekolah baru, tas, seragam, buku dan lainnya. Ibunya yang mengurusi kartu KIP tersebut. Meise merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Dua kakaknya sudah menikah dan tidak tinggal lagi bersama orang tuanya. Sehingga, tanggungan Irman saat ini hanya Meise saja. Meski begitu, uang dari hasil kuli bangunan yang didapat Irman tidak cukup. Pendapatannya pun tak menentu. Tergantung ada pekerjaan atau tidak. Hasil dari kerjaan itulah yang digunakan untuk memenuhi keperluan keluarganya.

“Dengan adanya KIP, saya semakin semangat belajar dan bersekolah,” pungkas siswi kelahiran 26 Mei 2003 ini. (and/adv)

Dari kanan, Kepala SDN Soka 34 Agustin Aisyah, Nazra Hasna Putri Nugraha, dan gurunya Heni Kurniasari.

2Semangat Punya Tas dan Baju Baru

NAZRA Hasna Putri Nugraha (10) merasa senang sekali bisa memiliki tas, seragam dan sepatu baru. Semua itu dibelikan ibunya, Rostafiani. Siswi penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) itu tahu kalau apa yang dibeli ibunya itu didapat dari bantuan pemerintah.

Kartu KIP itu dipegang ibundanya yang bekerja sebagai pelayan di salah satu toko bayi di Kota Bandung. Ayahnya, Handi Nugraha, berprofesi sebagai tukang ojek online. Penghasilan mereka tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Ada manfaatnya sekali (kartu KIP). Mengurangi beban biaya keluarga,” kata Nazra didampingi Kepala SDN Soka 34 Agustin Aisyah dan gurunya, Heni Kurniasari.

Nazra begitu semangat di sekolah ketika perlengkapan sekolahnya baru dan bersih. Ia tak mengeluh meski dalam sehari hanya dikasih uang jajan Rp 5.000.

Berbeda dengan teman lainnya yang uang jajannya melebihinya. “Saya semangat dan rajin belajar meski uang jajan sedikit,” ujar siswi kelas 4V yang aktif ekstrakurikuler renang ini.

Rumah milik keluarga Nazra sederhana. Biasa saja. Seperti kebanyakan orang lainnya. Bahkan, bisa dibilang sangat sederhana sekali.

Setiap pagi, ia diantar orang tuanya ke sekolah. Sepulang mengantar anaknya, ayahnya langsung ngojek. Menunggu orderan darip pelanggan. Saat ini, driver ojek online sudah sangat banyak. Sehingga, saingan orderan pun terjadi. Untuk dapat satu pelanggan saja harus menunggu lama. (and/adv)

Dari kiri, Nova Aprilani dan Eva Syarifa guru IPS sekaligus Wakasek Kehumasan SMPN 6 Kota Bandung.

1Tekad Kuat untuk Belajar Lebih Giat

NOVA Aprilani tak bisa menyembunyikan rasa harunya. Matanya berkaca-kaca. Menahan tangis. Siswi yang lahir pada 5 April 2003 ini begitu sedih saat menceritakan kisah hidupnya.

Ia anak yatim. Ibunya, Halimah, mengurusi sendiri 5 anaknya yang masih sekolah. Nova anak kedua dari enam bersaudara. Ayahnya, meninggal setahun lalu karena sakit. “Ayah meninggal saat bulan puasa tahun 2017 lalu,” kata Nova didampingi Eva Syarifa, guru IPS sekaligus Wakasek Kehumasan SMPN 6 Kota Bandung.

Siswi kelas 8 ini bercerita. Ibunya hanya seorang pembantu. Gajinya Rp 150 ribu sebulan. Untuk membantu ibunya, Nova berjualan usai sekolah. “Nganterin gorengan punya tetangga ke warung-warung,” ujarnya. Setiap mengantar gorengan, Nova diberi upah Rp 10.000. Uang itulah yang ia gunakan untuk jajan di sekolah.

Nova tahu betul ibunya yang seorang diri butuh biaya besar untuk menghidupi keluarganya. Ketiga adiknya masih sekolah di sekolah dasar. Satu adiknya masih kecil. Sedangkan kakaknya sudah menikah. Mereka sekeluarga tinggal di rumah kontrakan berukuran kecil. “Rumah kami tidak ada kamarnya. Semuanya tidur bersatu dalam satu ruangan,” ungkapnya sedih.

Nova ke sekolah berjalan kaki dari rumahnya di Jl Belakang Pasar, Gg Sasmitamada Kel. Kebon Jeruk Kecamatan Andir sekitar 30 menit.

Namun, ia tetap semangat belajar dan sekolah. “Keluarga kami sangat terbantu dengan adanya KIP. Terima kasih pemerintah,” pungkasnya. (and/adv)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here