Kendalikan Inflasi Tetap Rendah

28
SELAMAT DATANG: Kepala Perwakilan BI Jawa Barat Doni P. Joewono (kedua kiri) bersalaman dengan para karyawan BI Jabar usai serah terima jabatan.

BANDUNG – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta Doni P. Joewono resmi menjabat sebagai Kepala Perwakilan BI Jawa Barat menggantikan Wiwiek Sisto Widayat usai serah terima jabatan yang disaksikan langsung Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Kantor Perwakilan BI Jawa Barat, Jalan Braga, Jumat (16/3).

Sebagai Kepala Perwakilan BI Jabar yang baru, Doni memiliki akan menlanjutkan program yang telah ada. Dirinya juga akan menerapkan program yang sebelumnya dijalankan di Jakarta. Yakni, mendorong kerjasama dengan cluster agribisnis yang ada di Jabar.

Menurut dia, sebagian pilot project BI berada di Jawa Barat. Provinsi berpenduduk sekitar 40 juta jiwa ini memiliki wilayah pertanian yang luas. Hal ini dimanfaatkan Bank Indonesia untuk mengendalikan agar inflasi tetap rendah.

”Saat di Jakarta, saya berharap besar ke Jawa Barat. Karena Jakarta sebagai daerah konsumen maunya bekerja sama dengan daerah yang memiliki banyak cluster seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah,” ujar Doni kepada Jabar Ekspres.

Untuk di Jawa Barat, dirinya melihat tren kopi yang sedang naik. BI Jabar bisa bekerja sama dengan cluster kopi yang ada di Jabar untuk dibuatkan hilirasi.

BI memiliki Program Sosial Bank Indonesia (PSBI). Program inilah yang akan digunakan untuk kerjasama dengan cluster agribisnis di Jabar.

”Yang didorong BI itu kerjasama dengan cluster ketahanan pangan karena kaitannya dengan pengendalian inflasi. Makanya kita fokuskan ke situ,” ujarnya.

BI mencatat, tekanan inflasi di Februari 2018 tercatat sebesar 0.36 persen (mtm). Realisasi tersebut menurun disbanding inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,83 persen (mtm), namun masih lebih tinggi dibanding rata-rata historis inflasi februari selama empat tahun terakhir (perisode 2014-2017) sebesar 0,10 persen (mtm).

Inflasi bulanan jabar juga tercatat lebih tinggi dibanding nasional sebesar 0,17 persen. Kelompok utama penyumbang inflasi terbesar pada Februari 2018 pada kelompk bahan makanan, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar serta kelompok sandang.

Sementara itu, Ahmad Heryawan berharap Kepala BI Jabar yang baru ini mampu menyetabilkan perekonomian dan menggerakkan ekonomi Jabar.

Dia pun mendorong agar lembaga bank sentral ini mampu menjaga laju inflasi. Aher menyinggung langkah BI yang saat ini menurunkan suku bunga acuan.

Menurutnya, kebijakan moneter itu relatif tepat di saat The Fed, bank sentral Amerika Serikat kini menaikkan suku bunganya. ”Suku bungan acuan rendah itu mampu menggairahkan investasi. Ini pun bisa mendorong pelaku UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) untuk naik kelas ke tingkat yang lebih tinggi,” jelasnya. (a2/fik/ign)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.