78

Dipersiapkan jadi Geopark Nasional

Untuk Stone Garden dan Guha Pawon

KEBANGGAAN DAERAH: Stone Garden dan Guha Pawon dipersiapkan menjadi Geopark Nasional dan UNESCO Global Geopark. Hal ini dituangkan dalam nota kesepahaman antara Pemkab Bandung Barat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

NGAMPRAH– Dinas Kebu­dayaan dan Pariwisata Ka­bupaten Bandung Barat memastikan objek wisata alam Stone Garden dan Guha Pawon di Kecamatan Cipatat dipersiapkan men­jadi Geopark Nasional dan UNESCO Global Geopark. Hal ini sudah dituangkan dalam nota kesepahaman antara Pemkab Bandung Barat dan Pemerintah Pro­vinsi Jawa Barat. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata KBB Sri Dustirawati di Ngam­prah, kemarin.

Dia menjelaskan, Geopark di Bandung Barat merupakan salah satu dari 5 objek wi­sata alam yang dipersiapkan jadi Geopark Nasional. Ke­empat geopark lainnya ada di Kabupaten Bogor, Suka­bumi, Tasikmalaya, dan Pangandaran.

“Kedua objek wisata alam ini (Guha Pawon dan Stone Garden) memiliki bentukan alam yang memiliki nilai sejarah dan cukup menarik banyak wisatawan baik da­ri dalam maupun luar daerah. Sehingga sangat pas jika ditetapkan menjadi geopark nasional,” katanya.

Dia menuturkan, ada be­berapa kategori Geopark Nasional, di antaranya geo­logi dan bentang alam yang meliputi kawasan, geokon­servasi, serta warisan geo­logi dan budaya. Selain itu, kawasan itu memiliki po­tensi wisata dan bisa mem­berdayakan perekonomian masyarakat sekitar secara berkelanjutan.

Sementara kategori UNES­CO Global Geopark, di an­taranya harus merupakan situs dan bentang alam yang memiliki signifikansi geo­logi secara internasional yang dikelola dengan kon­sep holistik perlindungan, penelitian, pendidikan, dan pengembangan berkelanju­tan. Global Geopark juga harus memiliki perbatasan yang jelas, ukuran yang me­madai, dan memiliki wari­san geologi bersignifikansi internasional.

Sejauh ini, geopark yang berlokasi di Desa Gunung­masigit, Kecamatan Cipatat itu sudah ramai dikunjungi para wisatawan. Bahkan, sejumlah swafoto pengun­jung di kawasan itu sudah banyak tersebar di media sosial.

“Saat ini, objek wisata ini dikelola juga oleh kelompok sadar wisata masyarakat se­tempat. Apalagi, sebagian lahannya memang merupakan milik masyarakat,” ujarnya.

Sri mengungkapkan, status lahan yang tidak sepenuhnya milik pemerintah daerah itu memang menjadi salah satu kendala pengembangan ob­jek wisata tersebut. Namun, hal itu tidak akan mengham­bat persiapan Stone Garden dan Guha Pawon menjadi Geopark Nasional.

“Soal status lahan, itu nanti bisa dikerjasamakan asal tidak merusak konser­vasi lingkungan. Yang jelas, itu bukan kendala untuk dijadikan Geopark Nasional,” ujar Sri.

Seperti diketahui, situs Guha Pawon tersebut saat ini dikelola oleh masyarakat setempat yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wi­sata Pasirpawon. Pokdarwis ini bahkan meraih penghar­gaan juara 2 nasional bebe­rapa waktu lalu.

Ketua Pokdarwis Pasirpa­won, Sukmayadi mengung­kapkan, sejak 2014, masy­arakat di sekitar objek wi­sata Stone Garden terlibat untuk mengelola objek wi­sata bebatuan alam tersebut.

Bahkan, sebagian di antara masyarakat juga sudah bera­lih dari pekerjaan sebelumnya, yakni menambang menjadi fokus mengelola objek wisata.

“Karena potensi untuk mengembangkan wisata di sini sangat besar,” tandasnya. (drx)

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.