Kebanggaan Anak Negeri Yang Terkendala Biaya

Terpilih Jadi Volunteer pada Perhelatan FIFA World Cup 2018

141

Menjadi Volunteer pada perhelatan olahraga sepak bola piala dunia bukan perkara mudah. Sebab, untuk proses seleksi saja membutuhkan proses panjang.

Bahkan, persaingan dari orang-orang yang berminat menjadi Voluteer mencapai ratusan ribu yang berasal dari berbagai belahan dunia.

IMAN MULYONO, Bandung

Diawali kecintaanya pada Bahasa Ingris, sejak dudukdi bangku Sekolah Dasar (SD) Gagan Ginanjar pernah meraih juara pada lomba pidato bahasa Ingris.

Pria asal Cianjur ini mengaku, Bahasa Ingris sudah menjadi bahasa kedua setelah Bahasa Indonesia. Sehingga selepas lulus SMA dia memutuskan untuk memperdalam Bahasa Ingris di universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Di UPI dia semakin aktif pada berbagai kegiatan organisasi yang berhubungan dengan bahasa asing, seperti Himpunan Mahasiswa Bahasa Inggris, dan pernah menjadi pimpinan Sidang (Presidium 1) Musyawarah Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UPI.

Saya menyadari bahwa dengan menguasai Bahasa Inggris berarti meningkatkan kesempatan masyarakat untuk berkembang sebagai manusia dan juga membuka akses mereka terhadap kehidupan yang lebih baik,’’ ucap Gangan ketika ditemui di UPI kemarin (16/4).

Ketika lulus, dia akhirnya diperbantukan sebagai Dosen di tempat kuliannya dulu. Sedangkan, untuk aktivitas di luar Gangan pernah menjadi Duta Bahasa Jawa Barat.

Selain itu, untuk memberikan akses kepada masyarakat belajar bahasa Ingris dia membuka sistem pembelajaran dengan sistem Daring. Bahkan, melalui www.inggrispedia.com, dia menyediakan web khusus untuk guru bahasa Inggris memberkan privat kepada orang yang mau belajar Bahasa Ingris.

’’Dari web ini saya dapat mendukung orang untuk mem-peroleh penghasilan dan juga mengakomodasi orang lain untuk belajar bahasa Inggris pada saat bersamaan,’’ujar dia.

Pasca lulus, berbagai kompetisi atau perlombaan tinggkat Internasional menghantarkannya meraih prestasi gemilang dengan menyabet gelar finalis The Social Entrepreneur Outreach Accelerator Stockholm, dan pada 2017 memperoleh predikat Top 10 pada ajang Astra Start-Up Challenge, Start-Up World Cup dan Top 25 Pada ajang Swiss Innovasion Challenge.

Atas dasar kecintaannya pada Bahasa Ingris ini Gangan berhasil menorehkan sejarah dengan menjadi orang indonesia satu-satunya men-jadi Voluteer pada perhelatan Federation Internasional of Football Association (FIFA) world Cup 2018 di Rusia.

Ketika disinggung mengenai ketertarikannya menjadi Voluteer Dengan semangat Gagan menceritakan awal mulanya terpilih menjadi Voluteer tersebut. Bagi dia, menjadi seorang Volunteer itu tidak gampang.

Sebab, untuk pendaftarannya saja diperlukan seleksi yang sangat ketat. Bahkan, dari ratusan ribu peminat dari penjuru dunia hanya sekitar 17 ribuan saja yang terpilih.Ikut serta menjadi seorang Voluteer adalah peristiwa bersejarah bagi hidupnya.

Meski berstatus hanya sebagai relawan seorang Volunteer merupakan panitia penyelenggara kejuaraan sepak bola terbesar dunia yang bertugas mempersiapkan sarana dan prasarana seperti upacara pembukaan-penutupan, transportasi, media, language services, fan services, information center, persiapan stadion dan penginapan bagi para pemain.

Dia memaparkan, program Volunteer pada Piala Dunia FIFA ini sebetulnya dimulai sejak Piala Dunia FIFA 1998 di Perancis. Sejak saat itu, volunteer rutin diadakan setiap perhelatan Piala Dunia.

Pada Piala Dunia terakhir yang diadakan di Brazil 2014 pernah ada prang Indonesia
yang pernah menjadi Volunteer bernama Vidyah Payapo Al Qadry. Vidyah menjadi satu-satunya orang Indonesia yang terpilih untuk menjadi panitia World Cup kala itu.

Pada World Cup 2018 ini, program Volunteer kembali diadakan dengan jumlah pendaftaran mencapai 176.870 orang. Namun, hanya 17.040 orang saja yang berhasil lolos sebagai volunteer mewakili negara masing-masing.

Untuk proses seleksi program Volunteers FIFA World Cup 2018 mencakup seleksi administrasi, tes bahasa Inggris online, interview, pembuatan profile video dan training bahasa. Bahkan, proses seleksi memiliki proses cukup panjang.

’’ Waktu itu, dimulai dari 2016 dan hasil seleksi diumukan pada tanggal 21 Februari 2018,’’kata dia.

Atas keuletan dan kerja kerasnya ini membawakan Gangan terpilih menjadi satu-satunya Volunteer pada Piala Dunia 2018 di Rusia mewakili Indonesia.

Kendati begitu, ditengah kesuksesnya, menjadi Volunteer atau relawan berarti siap bekerja tanpa pamrih dan tidak dibayar. Sebab, pihak penyelenggara dari FIFA, hanya menjamin sarana di antaranya seragam, makan, bebas transportasi selama bekerja, souvenir dan sertifikat.

Mendapat informasi ini, membuat Gagan agak kebingungan. Terlebih, setelah dikalkulasi kebutuhan hidup selama tinggal di Rusia menajdi volunter bisa mencapai Rp 30 jutaan.
’’Biaya itu untuk mengurus Visa, Tiket Pesawat Pulang-Pergi dan Akomodasi selama 30 hari,”ujar dia.

Atas Kendala ini, Gagan berharap kepada pemerintah Kabupaten Cianjur atau Provinsi Jabar untuk dapat membantu memberikan dana untuk keberangkatan ke Rusia. Terlebih, dia menjadi salah-satu warga negara Indonesia yang ikut berpartisipasi pada event olahraga tingkat dunia. (yan)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here