Kasus KLB Oplosan Jangan Berulang

38

SOREANG – Keputusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) terhadap kasus tewasnya puluhan warga akibat minuman keras (miras) oplosan di Kecamatan Cicalengka, dinilai tepat.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengapresiasi respon cepat yang dilakukan Pemkab. Begitu pula dengan terus dilakukannya antisipasi mendasar dengan mengejar para pelaku dan antisipasi kekhawatiran adanya kejadian susulan.

”Harus ada antisipasi umum se Jabar bahkan se Indonesia, agar kejadian ini tidak terus berulang. Saya prihatin. Di sisi lain mengapresiasi langkah dari Kabupaten Bandung yang merespon cepat dengan menyatakan KLB,” ujar Ahmad Heryawan saat ditemui usai acara silaturahmi Keluarga Besar Pendidikan Kabupaten Bandung di SMAN 1 Margahayu, kemarin (11/4).

Menurut gubernur yang akrab disapa Aher itu, ada perubahan pola terkait kejadian ini. Biasanya, kata dia, kasus korban miras oplosan terjadi di kawasan Pantura dan korbannya hanya satu sampai tiga orang saja.

”Namun, tiga tahun terakhir ini tiba-tiba bergeser. Sebelumnya terjadi di Sumedang dan Garut. Tahun lalu tidak ada kejadian, tiba-tiba sekarang di Bandung ini baru pertama kali. Jadi kita tidak bisa mengatakan ini gejala tahunan,” katanya.

Tentunya, antisipasi sese­gera mungkin harus dilakukan karena khawatir ada kejadian susulan. Kemudian, perlu adanya penelusuran, jangan sampai dibelakangnya ada orang yang menyengaja.

”Perlu ada penegakkan hu­kum. Sepakat tindakan kepo­lisian tegas dan memberikan sanksi tegas, supaya bisa me­nindak sampai ke akar masa­lahnya. Satu lagi yang jadi catatan kita, miras-miras itu biasanya ngoplos sendiri, tapi ini beli dengan kemasan sederhana,” imbuhnya.

Disinggung apakah keja­dian ini membuat pemerintah dan aparat penegak hukum kecolongan, Aher enggan menyatakan ini sebagai ke­colongan karena ini baru pertama kali terjadi di Kabu­paten Bandung, dengan jum­lah korban yang banyak.

”Kami mengajak semua pi­hak untuk mengawasi gene­rasi muda kita, terutama mulai dari sekolah. Orang tua juga harus terus mengawasi anaknya dengan baik. Kemu­dian masyarakat sosial pun harus sangat peka dengan gejala-gejala seperti ini,” pung­kasnya. (rus/ign)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.