Kampung Toleransi Hadir di Kelurahan Babakan

35
kampung toleransi
BERIKAN ANGPAO: Tarian barongsai menyambut kedatangan Wali Kota Bandung Oded M. Danial di Kampung toleransi kelurahan Babakan, Kec. Babakan Ciparay.

BANDUNG – Setelah Kelurahan Paledang, Kecamatan Lengkong dan di Kelurahan Jamika Kecamatan Bojongloa Kaler dinobatkan jadi kampung tolerasi, kini di RW 12 Komplek Dian Permai Kelurahan Babakan Kecamatan Babakan Ciparay dinobatkan dengan julukan yang sama.

Diberikannya Kelurahan Babakan sebagai kampung toleransi disebabkan secara demografi, penduduk kawasan memiliki beragam suku, ras dan agama.

Bahkan, warga kelurahan Babakan tidak hanya berasal dari etnis Sunda, namun warga etnis Tionghoa terlihat sangat membaur dengan warga sunda dalam berbagai kegiatan.

Selain itu, dari sisi keagamaan di kelurahan Babakan sudah sangat terbiasa untuk saling menghargai. Islam, Kristen, Budha, dan Hindu selalu hidup berdampingan dengan menjalankan ibadah masing-masing.

Bahkan, dengan latarbelakang, kampung ini mampu Mengumpulkan uang sebesar Rp 25.000 per rumah untuk membantu kebutuhan bagi keluarga kurang mampu.

Menurut Camat Babakan Ciparay Momon Ahmad menceritakan, meski banyak perbedaan di kelurahan Babakan warga sudah saling mengenal secara turun menurun. Sehingga, kebersamaan hadir di wilayah tersebut melalui pertemuan dan silahturahmi yang rutin digelar warga.

“Antara umat beragama di sini saling membantu, gotong royong seperti jaga malam semua warga ikut serta tampa memandang dari etnis mana. Intinya sering silaturahim, setiap malam minggu berkumpul juga Ngaliwet (makan) bersama. Ini dijadikan media untuk silaturahim,” kata Momon.

Sementara itu, Ketua Kampung Toleransi Kelurahan Babakan, Yuyu, mengucapkan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kota Bandung yang telah mendukung hadirnya kampung toleransi di Kota Bandung.

“Kami bangga karena Kota Bandung ini terus menghadirkan kerukunan antar umat beragama. Maka hadirnya kampung toleransi kita sangat bersyukur sekali,” ujarnya.

Menurutnya, dengan adanya kampung ini, tidak semudah membalikan telapak tangan. Sebab, untuk memberikan kesadaran kepada warga dibutuhkan pemahaman dan komunikasi yang inten.

Untuk, itu, dengan seringnya bertemu dan mengadakan berbagai kegiatan bersama kampung toleransi akhirnya terwujud. Sehingga, kampung ini bisa menjadi contoh agar Bansa Indonesia bisa saling menghargai antar umat beragama.

Sementara itu, kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Bandung Hikmat Ginanjar mengatakan, kampung toleransi merupakan miniatur dari sebuah sikap toleransi di Negara Republik Indonesia yang memnjungjung tinggi semboyan bangsa yaitu Bhineka tungga Ika.

Menurutnya, peresmian kampung toleransi ini yang ketiga. Namun, sebetulnya sikap toleransi di sini sudah lama tumbuh sejak lama. Sedangkan peresmian hanya sebagai bentuk motivasi dan memberikan penguatan dalam toleransi kehidupan beragama.

’’Sikap toleransi disini sudah turun temurun dan tidak pernah sedikitpun ada perpecahan, bahkan sesama etnis baik sunda ataupun china hidup berdampingan dan saling menghargai dala setiap acara perayaan keagamaan,”kata Hikmat. (yan)

~ads~
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.