Kaktus Lina, dari Hobi Koleksi Menjadi Juragan Kaktus

Cerita Wirausaha Sukses

31
kaktus Lina
BANYAK DIMINATI: Koleksi Kaktus milik Lina banyak diminati oleh pencinta tanaman sehingga menjadi ladang usaha

SIAPA yang tak kenal tumbuhan Kaktus, tumbuhan ini merupakan anggota tumbuhan berbunga famili Cactaceae. Kaktus dan Sukulen dapat tumbuh pada waktu yang lama tanpa air.

Selain itu bentuk dan coraknya bervariasi, tanaman mungil yang bisa beradaptasi di berbagai tempat itu pun kerap dijadikan hiasan. Sebab, mudah dirawat.

Dari sekian banyak yang menyukai kaktus, Lina Warlina salah satunya. Perempuan kelahiran Lembang, Kabupaten Bandung, 33 tahun silam ini, tak hanya menekuni hobi kaktus. Tapi juga akhirnya berbisnis tanaman penuh duri ini.

Usut punya usut, hobinya adalah warisan dari orangtuanya. Mereka lebih dulu berbisnis tanaman kaktus.

Jenis kaktus yang saat ini sering dipesan yaitu jenis sukulen dan kaktus mini yang tingginya sekitar 5-12 sentimeter. Dan biasanya, jenis kaktus ini digunakan untuk souvenir acara pernikahan yang si bungkus menggunakan pot berbahan dasar plastik, kayu maupun paperbag.

”Tidak hanya menarik dari sisi penampilan. Kaktus mini juga harganya cukup terjangkau. Harga yang ditawarkan untuk kaktus souvenir ini di kisaran Rp 5.000 – 45.000 per unit  tergantung kemasan yang digunakan,” kata Lina, kemarin (12/10).

Enggan repot? Rupanya Lina pun menawarkan opsi lain, yaitu sewa. Bahkan, Lina juga kerap menyewakan kaktus-kaktus cantik itu untuk keperluan event.

”Memang susah-susah gampang. Media yang dipergunakan pun tidak boleh asal asalan. Sebab, akan  mempengaruhi pertumbuhan kaktus tersebut,” tuturnya.

”Packing atau pengemasan kita hanya menggunakan sekam, pasir, dan pupuk dengan perbandingan 2:1:1,” sambungnya.

Disinggung darimana asal para konsumen yang membeli kaktus dari dirinya, Lina mengaku, cukup bervariasi. Karena menggunakan media online, walhasil pelanggannya pun tidak hanya di Bandung. Tapi juga menyentuh luar Jawa Barat.

”Omset yang diperoleh dari berjualan kaktus ini rata-rata bisa mencapai Rp 25 juta per bulan,” ungkapnya. (adv/rie)

~ads~
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.