KAI Sediakan 61.764 Kursi Jelang Lebaran

Awal Bulan Puasa Berpotensi Serentak

52
ACHMAD NUGRAHA/JABAR EKSPRES
SIAP MUDIK: Sejumlah warga saat turun dari kereta api di Stasiun Bandung, kemarin (13/3).

Bandung – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 2 Bandung terus berupaya menyediakan tiket jelang arus mudik perayaan hari raya Lebaran 2018. Meski terbilang masih lama, saat ini Daop 2 Bandung telah menyediakan sebanyak 61.764 seat (kursi) perhari untuk memenuhi kebutuhan pemudik selama masa angkutan Lebaran.

Rinciannya, sebanyak 61.764 kursi tersebut, di dalamnya termasuk kursi untuk 4 Kereta Api (KA) tambahan dari Daop 2, yaitu KA Pasundan Lebaran, KA Kutojaya Lebaran, KA Lodaya Pagi Lebaran serta KA Lodaya Malam Lebaran dengan total perjalanan 86 KA. Jumlah itu terdiri atas 82 KA Reguler dan KA Tambahan atau meningkat 5 persen dari tahun sebelumnya.

Manager Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Joni Martinus memaparkan, PT KAI telah menetapkan masa angkutan Lebaran selama 22 hari yakni mulai 5 Juni hingga 26 Juni 2018 atau H-10 dan H-22. Dirinya memperkirakan, jumlah penumpang akan mengalami peningkatan sebanyak 3 persen dari tahun sebelumnya.

”Puncak arus mudik tahun ini diprediksi pada Rabu, 13 Juni 2018 atau H-2 dan puncak arus balik pada hari Minggu, 17 Juni atau H+1,” jelasnya.

Joni memaparkan, pemesanan tiket KA Reguler sudah mulai dilayani H-90 atau sejak 7 Maret 2018. Sementara untuk KA Tambahan yang akan dioperasikan pada 4 Juni 2018, pemesanan tiket bisa dilakukan mulai H-60. Pemesanan tiket sendiri bisa dilakukan secara daring (online) maupun langsung mendatangi loket.

Lihat Juga:  Itoc-Atty Beda Rutan

”Pemesanan tiket bisa dilakukan selama 24 jam melalui aplikasi KAI Access, website kai.id, Contact Center 121, gerai minimarket, jaringan PPOB, website dan mobile apps yang dikelola mitra yang bekerjasama dengan PT KAI,” jelasnya lagi.

Dia melanjutkan, untuk pemesanan tiket melalui loket atau reservasi stasiun dibuka mulai pukul 09.00 sampai dengan 16.00 WIB. Sementara khusus untuk pemesanan tiket melalui e-Kios di stasiun dilayani mulai pukul 05.00 hingga 22.00.

Menurutnya, untuk pemesanan tiket melalui KAI Access, penumpang akan mendapatkan banyak keuntungan berupa fasilitas khusus e-Boarding yang tidak terdapat di layanan lainnya. Dia mengklaim, e-Boarding dapat memudahkan penumpang pada saat proses boarding di stasiun karena tidak perlu lagi mencetak tiket boarding pass.

”Penumpang cukup menunjukkan e-Boarding pada layar smartphone kepada petugas boarding yang kemudian akan di-scan dan akan muncul layar komputer,” urainya.

Dengan adanya berbagai kemudahan yang diberikan PT KAI, Joni mengharapkan agar masyarakat mampu benar-benar memanfaatkan semua fasilitas pelayanan pemesanan tiket mudik lebaran 2018. Dia juga meminta agar masyarakat mempersiapkan secara matang sebelum melakukan perjalanan mudik mendatang.

”Pesan saya agar jauh hari sebelumnya, masyarakat yang menggunakan perjalanan kereta api sudah merencanakan. Sehingga perjalanan akan lancar dan nyaman,” tandasnya.

Lihat Juga:  Munchen Benahi Lini Tengah

Sementara itu, Muhammadiyah menetapkan awal bulan puasa atau 1 Ramadan 1439 H/2018 M jatuh pada 17 Mei. Sedangkan Lebaran atau Idul Fitri ditetapkan pada 15 Juni. Penetapan dari Muhammadiyah dengan metodologi hisab itu tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah No 01/MLM/I.0/E/2018 tertanggal 9 Maret dan diteken Ketua Umum PP Muhammadiah Haedar Nashir.

Mereka menetapkan 1 Ramadan jatuh pada 17 Mei lantaran tinggi bulan saat matahari terbenam pada 15 Mei masih di bawah ufuk (-0,2 derajat). Dengan demikian, hilal masih belum tampak. Meski nanti dilakukan pengamatan langsung (rukyat), hilal atau bulan muda tetap tidak akan teramati. Karena posisi hilal tidak bisa diamati, jumlah hari di bulan Sya’ban digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari.

Sementara itu, pada hisab 1 Syawal diketahui bahwa tinggi bulan pada 14 Juni sudah mencapai 7 derajat lebih di atas ufuk. Dengan demikian, hilal bakal terlihat saat diamati. Karena hilal sudah wujud, diputuskan 1 Syawal jatuh pada 15 Juni. Sedangkan Idul Adha atau 10 Dzulhijjah ditetapkan jatuh pada 22 Agustus.

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin mengatakan, tahun ini penetapan 1 Ramadan, 1 Syawal, dan 1 Dzulhijjah bakal serentak. ’’Di Indonesia sampai 2021,  awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah akan serentak,’’ katanya.

Hasil analisis Thomas menyebutkan, penetapan tanggal-tanggal penting pada kalender Islam itu serentak karena terbantu posisi bulan. Perbedaan baru muncul pada 2022. Pada saat itu, ada perbedaan dalam penetapan 1 Ramadan antara kelompok hisab dengan yang berbasis rukyat. Berikutnya pada 2023 ada potensi perbedaan penetapan 1 Syawal atau Lebaran. Lalu pada 2024 nanti yang mengalami perbedaan adalah penetapan Idul Adha.

Lihat Juga:  Pemprov Siapkan Subsidi Jelang Puasa

Thomas mengatakan, selama terbantu posisi bulan, sebenarnya waktu yang tepat untuk menuju penyatuan kalender hijriyah. Penyatuan kalender hijriyah yang dia maksud adalah penyatuan hakiki. Bukan sekadar serentak karena terbantu posisi bulan yang cukup tinggi.

Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Muhammdiyah Amin mengatakan, tidak ada persoalan meskipun Muhammadiyah sudah menetapkan awal puasa, Lebaran, dan Idul Adha. Sebab, Muhammadiyah menetapkannya berdasarkan hisab. ’’Sedangkan Kementerian Agama berdasarkan hisab dan rukyat,’’ tuturnya.

Untuk itu, Kemenag tahun ini tetap menggelar rukyat sekaligus sidang isbat dalam penetapan 1 Ramadan, 1 Syawal, maupun 1 Dzulhijjah. Muhammadiyah menjelaskan, sampai saat ini belum ada edaran khusus dari Bimas Islam Kemenag menyambut bulan puasa. Bulan puasa tahun ini berdekatan dengan pelaksanaan pilkada serentak yang digelar pada 27 Juni.

Muhammadiyah berpesan supaya umat Islam menjalankan ibadah Ramadan sebaik-baiknya. Dalam menjaga kesucian bulan Ramadan, umat diharapkan jauhi sikap saling menyalahkan apalagi memantik pertikaian. ’’Mari jaga persatuan dan kesatuan dalam menyukseskan Pilkada serentak,’’ tuturnya. (mg2/wan/oki/rie)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.