Juli Sesumbar Mesin Politik Oposisi Akan Mati

61
DATANGI BAWASLU: Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni (tengah) menjawab pertanyaan wartawan usai mendatangi Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Jakarta, Rabu (16/5). Kedatangan Sekjen PSI tersebut untuk menyerahkan data tambahan setelah Bawaslu menduga PSI melakukan kampanye diluar jadwal karena memasang iklan jajak pendapat cawapres dan calon menteri untuk kabinet Presiden Joko Widodo periode kedua pada harian Jawa Pos, pada 23 April 2018.

JAKARTA – Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) kubu Jokowi-Ma’ruf Amin, Raja Juli mengatakan permasalahan pelik sedang melanda kubu oposisi. Mesin politik Prabowo-Sandi akan mal fungsi saat menghadapi pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Maruf Amin.

”Mesin politik pasangan Prabowo Sandi akan mati total, tidak ada partai selain Gerindra yang akan berjuang memenangkannya,” kata Raja Juli Antoni dalam keterangan yang diterima FIN, kemarin (1/11).

Politisi Partai Solidaritas Indonesia ini menyampaikan perkataan tersebut dengan alasan bahwa beberapa sikap politik partai pendukung seperti tidak maksimal. Dia memberikan contoh sikap partai demokrat yang dipersilahkan kadernya untuk bermain dua kaki.

Sementara itu PAN menurutnya juga memperlihatkan gimik yang tidak serius. Menurutnya dengan diakuinya beberapa Kader PAN yang tidak ingin menkampanyekan pasangan calon 02 dan fokus pada pileg menjadi indikasi ketidakseriusannya. ”Sekjen PAN saja mengakui caleg mereka tidak berkampanye Prabowo Sandi,” ujar Raja Juli.

PKS pun kata Raja Juli demikian. Dengan kursi Wagub yang masih kosong perebutan jabatan tersebut memperlihatkan polemik di kubu oposisi. ”PKS ini yang mematikan mesin politiknya soal wagub DKI,” tandasnya.

Sebelumnya Terkait wagub, sindirian juga muncul dari Jhonny Plate yang juga wakil ketua TKN. Ia mengatakan soal pengisian kursi wagub terlalu memakan waktu banyak. Menurutnya kedua partai tidak bisa menyelesaikan permasalahan hal seperti kursi wagub tersebut.

”Urusan Wagub DKI saja bertele-tele dan susab ambil keputusan, tentu ini mengkhwatirkan apabila kepercayaan mengurus negara yang lebih luas dan besar permasalahannya, perlu diselesaikan secara cepat,” kata Jhonny kemarin di Rumah Cemara.

Jhonny melanjutkan bahwa permasalahan di level nasional lebih besar dan berat. Hal itu akan terbengkalai jika kedua parpol tidak kompak saat diberikam mandat. ”Bagaimana mengurus negara yang lebih besar,” tandasnya.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin menilai bahwa akan dimatikannya mesin politik partai adalah mungkin. Menurutnya politik apapun bisa terjadi. ”Bisa saja PKS hanya akan fokus di Pileg. Dan malas di Pilpres. Jika kursi wagub tidak diberikan kepada kader PKS,” kata Ujang saat dihubungi Fajar Indonesia Network.

Menurut Ujang semua partai termasuk PKS tidak hanya fokus di Pilpres namun juga fokus di pileg. Pasalnya Pileg akan menentukan jatuh bangun dan hidup matinya partai. ”Seandainya PKS atau partai-partai lain tidak lolos PT 4 persen, maka akan terkubur. Karena tidak akan bisa ikut Pemilu yang akan datang,” sambungnya.

”Namun di sini hebatnya PKS. Mereka mungkin bermain di dua kaki. Fokus menangkan Pileg. Sambil berjuang mendukung Prabowo-Sandi. Mereka (PKS) juga cerdik dengan memaksimalkan kampanye yang dilakukan Sandi untuk meningkatkan elektabilitas PKS,” pungkasnya. (ZEN/FIN/ign)

BAGIKAN


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.